FSC : Korindro Grup Tidak Lakukan Pembakaran Hutan

FSC : Korindro Grup Tidak Lakukan Pembakaran Hutan
Klik untuk perbesar

RMco.id  Rakyat Merdeka - Forest Steward Council (FSC) Board of Directors menyimpulkan Korindo Group terbukti tidak melakukan pembakaran hutan, dan tidak terlibat aktivitas ilegal lainnya yang menggunakan api, dalam proses pembersihan lahan miliknya seperti yang dituduhkan LSM Mighty Earth.

Oleh sebab itu, FSC memutuskan tetap menjadikan Korindo Group sebagai anggotanya.

Kasus ini bermula pasca adanya laporan yang dirilis Mighty Earth pada akhir 2016 yang menuduh Korindo Group telah melakukan pembakaran hutan.

Berita Terkait : Pasang Foto Pelukan, Neymar Persembahkan Gol Buat Kobe Bryant

Korindo disebut menjual kayu, kayu lapis, bubur kayu, biomassa, dan kertas koran kepada sejumlah pelanggan seperti Asia Pulp & Paper (Indonesia), APRIL (Indonesia), Sumitomo Forestry (Jepang), Oji Corporation (Jepang), Marubeni (Jepang), dan News Corps Australia.

Berdasarkan hal tersebut, LSM lingkungan asal Amerika Serikat itu meminta FSC mengeluarkan Korindo Group dari keanggotaan FSC.  Kendati demikian setelah melalui proses investigasi sejak November 2017, FSC menyimpulkan bahwa tuduhan tersebut salah, dan Korindo Group dinyatakan menunjukkan kepatuhannya dalam menaati regulasi-regulasi yang telah diatur oleh Pemerintah Indonesia terkait areal kerja mereka.

Tak hanya itu, selama proses investigasi berlangsung, FSC juga menilai bahwa Korindo Group sudah melakukan berbagai program sosial kepada masyarakat Papua, antara lain membangun, mengelola, dan mendanai operasional klinik modern yang berada pedalaman Papua.

Baca Juga : Atasi Wabah Coronavirus, China Gelontorkan Duit 119,46 Triliun Dolar AS

 Selain itu, Korindo Group juga tercatat menyediakan 19 klinik dengan layanan gratis, mendirikan 28 sekolah dan menyediakan 200 orang guru serta menyediakan beberapa unit bus sekolah.

Kemudian, Korindo Group juga membangun 66 tempat ibadah, menyediakan pembangkit listrik untuk masyarakat pedalaman, membangun jalan raya, dan memberikan pelatihan bercocok tanam sayuran.

Yulian Mohammad Riza, Public Relations Manager Korindo Group di Jakarta menyambut baik keputusan lembaga sertifikasi hutan tersebut.

Baca Juga : Cegah Virus Corona, Turis Dari Wuhan Dilarang Masuk Indonesia

“Korindo Group senantiasa memiliki itikad baik untuk berkolaborasi dan bekerja sama secara konstruktif tidak hanya bersama FSC, namun juga dengan semua pemangku kepentingan dalam mengimplementasikan tindakan-tindakan yang tepat,” kata Yulian dalam keterangan resminya, Rabu (24/7/2019).

Menurutnya, Mighty Earth telah memutarbalikkan keputusan FSC dengan mengabaikan fakta-fakta utama di atas, serta memutarbalikkan penyebab dan hasil investigasi itu sendiri.

Ditambahkan, Korindo Group akan tetap melanjutkan moratorium konversi area berhutan, hingga penilaian terhadap seluruh Nilai Konservasi Tinggi (HCV) dan Stok Karbon Tinggi (HCS) yang sudah mereka lakukan sejak 21 Februari 2017. [JAR]