RMco.id  Rakyat Merdeka - Pertamina bekerja keras membersihkan tumpahan minyak dari Anjungan YY yang dikelola Pertamina Hulu Energi (PHE) OWNJ di Pantai Utara Jawa, Karawang, Jawa Barat. Perlahan tapi pasti jumlah minyak yang tumpah sudah bisa dibersihkan dari pantai.

Pertamina bekerja sama dengan berbagai pihak untuk membersihkan tumpahan minyak. Seperti SKK Migas, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Pemerintah Daerah, Dinas Lingkungan Hidup Daerah, TNI dan Kepolisian, Kementerian Perhubungan Ditjen Perhubungan Laut, KSOP, KKP, Pushidros AL, KKKS dan berbagai instansi lainnya. Tidak lupa dengan masyarakat sekitar.

Pertamina sendiri menurunkan 200 personel Emergency Response Team PHE dan kelompok masyarakat desa menyisir pantai sepanjang 6,2 km di lima wilayah yaitu Tirtasari, Sedari, Tanjungsari, Cemara Jaya dan Karangsari. Pertamina juga  mengerahkan 27 unit kapal dan alat penangkap tumpahan minyak (oil boom) untuk mencegah kerusakan lingkungan.

BUMN minyak itu juga memasang oilboomdi delapan muara sungai yaitu Sungai Buntu, Muara Cemara Jaya, Muara Pelangi, Muara Singkih, Muara Tangkorak, Pantai Sedari, Tambak Sari, dan Anak Sungai Sedari .

Dalam menangani tumpahan minyak, Pertamina dibantu oleh Oil Spill Combat Team (OSCT) Indonesia yang ahli dan spesialis menanganinya. Selain itu, juga dilibatkan Boot & Coots, perusahaan asal  Amerika Serikat yang telah memiliki pengalaman dalam menyelesaikan peristiwa di Gulf Mecixo.

Bahkan, sehari pasca peristiwa di anjungan lepas pantai laut Jawa ini, PHE ONWJ telah mengaktifkan Incident Management Team (IMT) dan Pusat Komando & Pengendalian (Puskodal) di Pertamina, untuk menanggulangi kejadian tersebut. Pertamina juga dibantu 100 personel Tentara Nasional Indonesia (TNI) untuk membantu pemulihan di sekitar pesisir Pantai Karawang yang terkena tumpahan minyak.

Berita Terkait : Duet Bareng KPK, Pertamina Pastikan Seluruh Program dan Proyek Strategis Lancar

Hampir setiap hari, Pertamina melakukan pembersihan pantai dari tumpahan minyak. Pertamina dan warga saling bahu membahu membersihkan pantai. Salah satunya Pantai Cilebar.

Di pantai yang  juga terkena dampak peristiwa tumpahan minyak dari Anjungan YY yang dikelola Pertamina Hulu Energi (PHE) ONWJ ini, puluhan orang saling membantu dan bergotong royong. Ada yang mengeruk pasir, memasukkannya ke dalam karung dan memindahkannya ke pusat penampungan yang sudah ditentukan. 

Menurut Camat Cilebar Achmad Kartiwa, Pertamina secara aktif memberikan bantuan mulai dari informasi hingga sarana dan prasarana penunjang lainnya bagi masyarakat yang berada di wilayah pesisir Pantai Utara Karawang. “Kami bersyukur Pertamina sangat responsif menangani peristiwa ini. Tim Pertamina menginformasikan kepada Pemerintah Desa dan masyarakat sekitar dengan transparan. Alhamdulillah, Pertamina juga mendirikan posko untuk melayani kebutuhan masyarakat,” terangnya.

Memurut Achmad , karena keterbukaan Pertamina, masyarakat sekitar turut membantu untuk menyelesaikan persoalan yang terjadi di lapangan. Ia bangga karena warga sekitar berperan aktif melaporkan situasi dan kondisi pesisir pantai kepada perangkat desa maupun Pertamina agar segera diketahui solusi penanganan selanjutnya.

“Seluruh unsur masyarakat dilibatkan oleh Pertamina untuk membantu penanganan ini, seperti di pesisir pantai maupun di tengah laut,” tambahnya.

Muhammad Hasan, salah seorang warga Dusun Sukamulya, Desa Pusaka Jaya Utara, Kecamatan Cilebar, Karawang, Jawa Barat mengaku ikhlas membantu membersihkan tumpahan minyak yang menyentuh bibir pantai. “Saya ikut prihatin dengan musibah ini. Alhamdulillah Pertamina begitu antusiasnya berbondong-bondong untuk menangani musibah ini. Semoga peristiwa ini dapat segera diselesaikan,” tutup pria 53 tahun ini.

Berita Terkait : Dukung Ekonomi Aceh, Pertamina Sumbang PAD 171,3 Miliar

Vice President Corporate Communication Pertamina Fajriyah Usman mengatakan, pihaknya telah mengerahkan sumber daya internal dengan melibatkan sejumlah stakeholderuntuk mencegah dampak lebih meluas. "Seluruh upaya tersebut sebagai komitmen dan keseriusan Pertamina dalam mengatasi peristiwa di sumur migas lepas pantai tersebut baik dari aspek operasional maupun lingkungan hidup," tambah Fajriyah.

Ganti Rugi

Warga di pesisir Karawang, Jawa Barat, yang terdampak tumpahan minyak tak perlu risau. PT Pertamina (Persero) berjanji menyiapkan kompensasi bagi warga terdampak akibat kebocoran minyak.

Fajriyah mengatakan, Pertamina pasti melakukan penggantian sesuai dengan prosedur dan sesuai dengan kesepakatan yang dilakukan. 

"Pertamina juga telah membangun sejumlah posko sebagai saluran pengaduan bagi warga yang terdampak," tutur Fajriyah.

Disinggung mengenai besaran kompensasi yang akan diberikan, pihaknya masih menyiapkan formulasi yang pas dan proses penyaluran dilakukan dengan menghimpun pengaduan melalui kelompok masyarakat. “Kalau memang ada kerugian dari masyarakat sekitar yang terdampak, nanti pengaduan itu bisa ditampung oleh kelompok masyarakat," kata dia.

Berita Terkait : Incenerator Tak Berfungsi, TPA Jalupang Karawang Overload

Pertamina juga akan memberikan kompensasi bagi nelayan maupun masyarakat terutama yang turut serta membantu membersihkan tumpahan minyak yang ada di sekitar bibir pantai. Kompensasi tersebut diberikan untuk mengganti kerugian akibat gagal melaut karena adanya tumpahan minyak. Selain itu, mereka juga dilarang beraktivitas di laut untuk sementara waktu.

“Kalau aktivitas nelayan terhenti karenanya kami mengerahkan mereka juga untuk membersihkan itu karena cukup membantu mata pencaharian mereka," katanya.

Sebelumnya, Pertamina (Persero) masih menginvestigasi penyebab keluarnya gelembung gas di anjungan YY sumur YYA-1 area hulu energi Offshore North West Java (ONWJ). Adanya gelembung gas ini menyebabkan salah satu kaki anjungan tidak stabil dan memaksa Pertamina untuk mengevakuasi karyawannya. [DIT]