Buka Markas Di Jakarta

Grab Kantongi Investasi Dari Softbank Rp 28 Triliun

Buka Markas Di Jakarta Grab Kantongi Investasi Dari Softbank Rp 28 Triliun
Klik untuk perbesar

RMco.id  Rakyat Merdeka - Grab Indonesia mendapat suntikan dana dari Softbank sebesar 2 miliar dolar AS atau setara dengan Rp 28 triliun. Sebagian besar dananya akan digunakan untuk membangun kantor pusat Grab di Jakarta.

Kepastian investasi tersebut disampaikan langsung oleh pendiri dan pimpinan Softbank Masayoshi usai menyambangi Presiden Joko Widodo di Istana Kepresidenan, Senin (30/7) lalu. Hadir juga CEO Grab Anthony Tan.

“Kami telah berinvestasi sebesar 2 miliar dolar AS di Indonesia. Kami akan berinvestasi lagi sebesar 2 miliar dolar AS dan teman saya Menteri Luhut (Panjaitan) meminta saya untuk berinvestasi lebih. Jadi saya akan berinvestasi lebih dari 2 miliar dolar AS,” ujar Masayoshi di Istana Kepresidenan.

Selain pimpinan Softbank dan Grab, tampak hadir dalam pertemuan itu Board Director, Executive Vice President & CSO Softbank Kataunori Sago, CEO Tokopedia William Tanuwijaya dan President of Grab Indonesia Ridzki Kramadibrata.

Sementara, Presiden Jokowi didampingi, antara lain, oleh Mensesneg Pratikno, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menko Bidang Kemaritiman Luhut Panjaitan dan Kepala Badan Koordinasi dan Penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong.

Selain Grab, Masayoshi juga menyampaikan keinginannya untuk mengembangkan Toko￾pedia dan startup kecil lainnya sehingga dapat menciptakan lapangan kerja serta perbaikan ekonomi.

“Kami akan berinvestasi lebih ke unicorn dan membantu menciptakan unicorn-unicorn lain di Indonesia,” ucapnya.

Baca Juga : AS Sewa Pesawat Evakuasi Diplomat dan Warganya dari Wuhan

President of Grab Indonesia Ridzki Kramadibrata mengungkapkan, investasi dari Softbank ini akan digunakan untuk membuat kantor pusat kedua di Indonesia. Ridzki mengungkap, pembangunan kantor pusat akan segera dijalankan.

Timeline pembangunan akan segera dibahas bersama Menko Luhut. “Ini ide Pak Luhut bahwa membuka secondhand quarter dan menjadikan grab sebagai unicorn di Indonesia,” tambahnya.

Dengan dibangunnya markas di Jakarta, Ridzki menjelaskan pihaknya akan mengembangkan produk-produknya yang kini digandrungi masyarakat. Salah satunya Grabfood, menurut dia, produk tersebut sangat berkembang di Asia Tenggara.

“Kita yakin dengan perbaikan produk di sini dan layanan menggunakan AI (Artificial Intelligence) akan lebih meningkatkan layanan dan customer oriented, meningkatkan jumlah transaksinya,’’ ungkap Ridzki.

Tidak hanya dalam layanan pengantar makanan, Ridzki juga menjelaskan akan mengembangkan bidang kesehatan dan pendidikan. Terutama, di wilayah yang tidak terjangkau.

“Tentunya kita sangat kapabel untuk itu. Karena dengan AI itu berarti masing-masing dokter bisa sangat produktif,’’ kata Ridzki.

Ia menambahkan, pihaknya akan menggunakan investasi untuk melakukan ekspansi ke Indonesia Timur. “Kehadiran Grab sekarang di Timur Indonesia juga sudah sa ngat bagus. Tetapi tentu akan lebih itu, kami akan mengembangkan layanan yang tersedia di sana,” jelas Ridzki.

Baca Juga : Angka Kematian Akibat Coronavirus di China Daratan, Naik Jadi 56, Total Kasus 1.975

Selain itu, investasi dari SoftBank juga akan digunakan untuk pengembangan sektor pariwisata. Ridzki optimistis perusahaan bisa membantu dalam pengembangan pariwisata mulai dari penetrasi market hingga sosialisasi.

“Karena kita ada di 8 negara, 336 kota di seluruh Asia Tenggara. Bisa dari pengalamannya,” tambah Ridzki.

Ia juga menyebutkan pertemuan dengan Presiden Jokowi bersama Softbank juga membahas transportasi daring menggunakan kendaraan bertenaga listrik.

“Penggunaan kendaraan listrik ini bukan hanya bicara mengenai kendaraannya saja, tentu kendaraan ini sangat penting, tapi yang sangat penting adalah membangun ekosistemnya,” katanya.

Ia menyebutkan ekosistem trans portasi daring dengan kendaraan listrik juga akan menyangkut produksi baterai, pengemudi dan lainnya. “Pengembangan ekosistem ini juga akan menurunkan emisi karbon yang signifikan, akan membuat Jakarta lebih ‘biru’,” katanya.

Ridzki mengaku, perusahaan otomotif Korea Selatan, Hyundai memang merupakan salah satu mitra untuk pengembangan ekosistem kendaraan bertenaga listrik. “Tapi, nanti kita lihat juga beberapa part￾ner lain yang memungkinkan, apalagi investasi Softbank ini bisa membantu penetrasi pasar,” katanya.

Menko Luhut Panjaitan menambahkan, pemerintah dan SoftBank sudah berdiskusi tentang investasi tersebut. Kemungkinan yang akan dilirik para startup kecil potensial, tidak hanya startup besar se￾perti Grab dan Tokopedia.

Baca Juga : Jokowi Bantah Asing Bakal Kuasai Proyek Infrastruktur

“Masayoshi ingin investasi lebih ke Indonesia khususnya untuk kendaraan listrik, baterai lithium dan platform lainnya untuk infrastruktur mobil listrik,” jelas Luhut.

Luhut menjelaskan, SoftBank akan membangun satu ekosistem mulai yang pembangunan baterai lithium, sepeda motor, bus, mobil listrik sampai stasiun pengisian daya.

“Di Jakarta kita mau bikin pilot project pertama jadi cuaca yang jelek itu bisa teratasi. Kita target dalam waktu 3 tahun ini harus selesai,” jelas Luhut.

Ia mengatakan, Softbank akan terus menambah investasinya di Indonesia. “Mereka sudah investasi 2 miliar dolar AS. Dia tambah lagi 2 miliar dolar AS, presiden dia tambah lagi mungkin 1 miliar dolar AS jadi mungkin bisa 5 miliar dolar AS dalam 3 tahun ke depan ini,” tambah Luhut. [ASI]