Kinerja Semester I, Laba Astra Merosot

Klik untuk perbesar
Gedung Astra International. (Foto: Astra)

RMco.id  Rakyat Merdeka - PT Astra International Tbk pada semester I-2019 berhasil membukukan pendapatan Rp 116,2 triliun. Jumlah ini naik 3 persen dibandingkan capaian periode yang sama tahun lalu Rp 112,5 triliun.

Peningkatan disebabkan naiknya pendapatan dari divisi alat berat, pertambangan, konstruksi, dan energi serta divisi jasa keuangan.

Berita Terkait : Sengketa Selesai, Badan Arbitrase Kembali ke Ahli Waris

Namun sayangnya, laba bersih perseroan malah turun 6 persen menjadi Rp 9,8 triliun dari periode sebelumnya tahun lalu Rp 10,3 triliin. Penurunan disebabkan turunnya kontribusi dari divisi otomotif dan agribisnis. Penurunan kedua divisi itu lebih besar dari kenaikan kontribusi dari divisi jasa keuangan, infrastruktur dan logistik, serta alat berat, pertambangan, konstruksi dan energi.

“Kinerja Grup Astra pada semester I dipengaruhi lesunya konsumsi domestik dan tren penurunan harga-harga komoditas. Tetapi juga diuntungkan peningkatan kinerja jasa keuanhan dan dari tambang emas yang baru diakuisisi,” ujar Presiden Direktur Astra International Prijono Sugiarto dalam keterangannya, seperti ditulis Rabu (31/7).

Berita Terkait : Sosialisasikan Segera Asuransi Pertanian

Sementara, utang bersih, di luar Grup anak perusahaan jasa keuangan, mencapai Rp 23,3 triliun pada 30 Juni 2019, dibandingkan dengan utang bersih sebesar Rp 13,0 triliun pada akhir 2018. Hal ini terutama disebabkan oleh investasi Grup pada jalan tol Surabaya-Mojokerto dan Gojek serta belanja modal pada bisnis kontraktor penambangan. 

Anak perusahaan Grup segmen jasa keuangan mencatat utang bersih sebesar Rp 47,8 triliun pada 30 Juni 2019. Jumlah ini relatif stabil dibandingkan dengan utang bersih pada akhir 2018. [DIT]