Tingkatkan Mutu Pelayanan

Lion Air Group Gelar Pelatihan Penanggulangan Tanggap Darurat

Lion Air Group menggelar penanggulangan tanggap darurat di Tiga Kota secara serentak. (Foto : Istimewa)
Klik untuk perbesar
Lion Air Group menggelar penanggulangan tanggap darurat di Tiga Kota secara serentak. (Foto : Istimewa)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Lion Air Group (Lion Air, Wings Air dan Batik Air) menggelar kegiatan terprogram pelatihan penanggulangan tanggap darurat (emergency response plan exercise) secara serentak di tiga kota.

Kegiatan ini sebagai bagian meningkatkan mutu pelayanan dan kesadaran keselamatan ketika terjadi kondisi darurat.

Ketiga Kota itu yakni, di Banda Aceh Bandar Udara Internasional Sultan Iskandar Muda, Aceh Besar (BTJ), Palu–Bandar Udara Mutiara Sis Al-Jufri, Sulawesi Tengah (PLW) dan Ternate Bandar Udara Sultan Babullah, Maluku Utara (TTE).

Director Safety, Security & Quality Batik Air, Capt Wamildan Tsani Panjaitan menerangkan, tahun ini dijalankan dari tiga kota tujuan Lion Air Group yang berdasarkan data dan penilaian berpotensi rawan bencana.

Sebagai informasi, ketiga kota tersebut termasuk zona cincin api yang rentan terhadap gempa bumi.

Baca Juga : Soal Upah Buruh, Ini Penjelasan Aice

“Rangkaian kegiatan latihan melibatkan 20 personel dari berbagai divisi Batik Air, Lion Air, dan Wings Air bersama pihak terkait lainnya. Latihan penanggulangan tanggap darurat (emergency response plan exercise) dihadiri dan disaksikan juga oleh Kepala Bandara,” kata Capt Wamildan dalam siaran pers yang diterima Rakyat Merdeka.co Minggu (11/8).

Dalam latihan kali ini Batik Air berperan sebagai Koordinator latihan. Kegiatan ini merupakan latihan terpadu yang dilakukan secara berkala dan berkesinambungan yang bertujuan untuk menguji fungsi komunikasi, komando dan koordinasi antar-stakeholder sesuai Prosedur Penanggulangan Keadaan Darurat (Emergency Response Plan).

Skenario Gempa Bumi

Capt Wamildan menerangkan, Emergency Response Plan Exercisekali ini memiliki skenario gempa bumi.

Menurutnya, ketika ada gempa terjadi, petugas keamanan (aviation security) memberitahukan kepada seluruh karyawan Lion Air Group yang bertugas di area sisi udara (airside) dan di kawasan terminal (landside) untuk mengikuti jalur evakuasi dan segera menuju ke titk kumpul.

Baca Juga : Airlangga Beri Kuliah Umum di Seskoal

Setelah semua berada di titik kumpul, Kepala Pusat Operasional (Station Manager) Lion Air Group melakukan pengecekan ke seluruh karyawan, guna memastikan semua sudah berada di titik kumpul sekaligus berkoordinasi dengan pihak terkait, antara lain jajaran manajemen Lion Air Group, Integrated Operation Control Center (IOCC), pengelola bandar udara, otoritas bandar udara, rumah sakit, hotel, lembaga penanggulangan bencana dan lainnya.

Capt Wamildan menambahkan, jika situasi gempa terjadi, maka pengelola bandar udara menetapkan bahwa status ditutup. Simulasi berakhir ketika pihak bandar udara menetapkan status dibuka (mulai beroperasi normal kembali) dan dapat melanjutkan kegiatan operasional penerbangan.

“Seluruh kegiatan dilaksanakan sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP). Latihan atau simulasi yang diselenggarakan tersebut, dirancang mendekati keadaan yang sebenarnya (riil). Evaluasi diterapkan agar memperoleh berbagai faktor dan aspek perbaikan, serta tujuan dapat tercapai,” katanya.

Dikatakan, Lion Air Group rutin melakukan simulasi Emergency Response Plan Exercise dalam fokus utama penyegaran kembali (recurrent) guna menambah tingkat kesadaran setiap karyawan terhadap keselamatan dan keamanan keadaan darurat.

Terselenggaranya agenda simulasi sebagai bagian meningkatkan mutu pelayanan dan kesadaran keselamatan ketika terjadi kondisi darurat.

Baca Juga : Sejumlah Wilayah Di Indonesia Rentan Rawan Pangan

"Lion Air Group memiliki kesungguhan memperkuat kualitas SDM dan memprioritaskan keamanan serta keselamatan setiap orang yang terlibat didalamnya termasuk karyawan terutama pelanggan," tegas Capt Wamildan. [FAZ]