Cetak SDM Industri, Kemenperin Gandeng Dunia Usaha dan Akademisi

Klik untuk perbesar
Kepala BPSDMI Kemenperin Eko SA Cahyanto saat membuka acara Corporate Gathering Politektik APP di Gedung Kemenperin, Jakarta, tadi malam. (Foto: Aditya Nugroho/Rakyat Merdeka)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menggandeng dunia usaha dan akademisi untuk mencetak SDM berkualitas untuk memenuhi kebutuhan industri di era industri 4.0. Kemenperin juga akan memaksimalkan peran big data industri.

“Tidak benar jika industri 4.0 akan mengurangi jumlah tenaga kerja. Yang ada justru malah meningkatkan penyerapan tenaga kerja,” ujar Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kemenperin, Eko SA Cahyanto saat acara Corporate Gathering Politektik Akademi Pimpinan Perusahaan (APP) di Gedung Kemenperin, Jakarta, tadi malam.

Menurut dia, Kemenperin aktif menyiapkan sekaligus memfasilitasi berbagai strategi agar Sumber Daya Manusia (SDM) yang dipersiapkan sudah link and match dengan kebutuhan dunia usaha. Eko mengungkapkan dalam mendorong terciptanya SDM industri yang kompeten di Tanah Air dibutuhkan kerja sama berbagai pihak.

Berita Terkait : Cegah Kebocoran Impor Baja, Kemenperin Pakai Jurus Sibana

“Kehadiran kita semua di sini merupakan bentuk dukungan untuk memajukan dunia pendidikan seiring dengan perkembangan industri nasional, sektor yang menjadi salah satu pilar untuk mewujudkan Indonesia menjadi negara yang maju dan berpengaruh di tingkat global,” ujarnya.

Eko menyebut, sejak peluncuran Making Indonesia 4.0 oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada 2018 lalu, Kemenperin menindaklanjutinya dengan beberapa langkah. Khusus untuk pembangunan SDM industri yang berkompeten, Kemenperin telah membangun pusat inovasi dan pengembangan SDM Industry 4.0 yang dimulai pada tahun 2019, dan akan memiliki 5 fungsi, yaitu sebagai ekosistem Industri 4.0, showcase center, capability center, delivery center, dan innovation center Industry 4.0. 

Big Data

Berita Terkait : Buka Ekspo Agro Inovasi 2019, Kementan Ajak Semua Pihak Bersinergi

Melalui politek APP, Kemenperin menjalin kerja sama pengembangan kompetensi riset khususnya dalam hal integrasi supply chain dan big data dengan Zuyd University of Applied Science Belanda, Leeds University Inggris, Universitas Parahyangan, serta asosiasi-asosiasi industri. Forum bertajuk Corporate Gathering Creating in Wining Strategy in Industry 4.0.  

“Dengan adanya forum yang mempertemukan akademisi dan para pelaku usaha diharapkan menjadi momentum bagi segenap pemangku kepentingan untuk melakukan konsolidasi, bermitra, menggali isu strategis sekaligus merumuskan langkah bersama,” ujar Eko.

“Nanti data perusahaan akan diolah dan digunakan untuk meningkatkan efisiensi dalam hal proses industri. Untuk kali ini pada proses logistik,” ungkap Eko.

Berita Terkait : Kemenperin Dorong Kerja Sama RI-Korsel Tumbuhkan Startup

Eko menuturkan Kemenperin telah menetapkan lima fokus sektor industri yang akan di dorong untuk implementasi Industri 4.0, yaitu Industri Makanan dan Minuman, Industri Otomotif, Industri Kimia, Industri Elektronika, serta Industri Tekstil dan Garmen.

Kelima sektor ini dipilih karena kontribusinya terhadap produk domestik bruto (PDB) sebesar 70 persen, kontribusinya terhadap ekspor sebesar 65 persen, dan penyerapan tenaga kerja 60 persen dari sektor industri manufaktur.

“Dengan mendorong Implementasi Industri 4.0 pada kelima sektor tersebut Indonesia diprediksi akan mendapatkan tambahan PDB yang berasal dari peningkatan input tenaga kerja dan peningkatan produktivitas mencapai total 155 miliar dolar AS dengan tambahan tenaga kerja digital manufaktur mencapai 4,5 juta orang dan tenaga kerja penunjang manufaktur sebesar 12,5 juta orang,” jelasnya. [DIT]