Buntut Diskriminasi Sawit, Luhut Ajak Afrika Lawan Uni Eropa

Menko Maritim Luhut Binsar Pandjaitan
Klik untuk perbesar
Menko Maritim Luhut Binsar Pandjaitan

RMco.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah Indonesia akan mengajak negara Afrika melawan tindakan diskriminatif yang dilakukan Uni Eropa terhadap produk kelapa sawit.

Menteri Koordinator Kemaritiman (Menko Maritim) Luhut Binsar Pandjaitan mengajak negara-negara Afrika untuk bergabung bersama Indonesia melawan diskriminasi itu. 

“Kan Afrika Nigeria produksi kelapa sawit juga. Kita harus melawan ramai-ramai diskriminasi yang dibuat Uni Eropa,” katanya dalam keterangannya, kemarin. 

Baca Juga : Petugasnya Positif Corona, Disneyland Paris Tetap Buka

Luhut mengaku, telah bertemu dengan salah satu negara Benua Afrika, yakni Nigeria untuk membahas diskriminasi produk kelapa sawit itu. 

Ke depan, Luhut akan mengajak lebih banyak negara Afrika melawan tindakan Uni Eropa tersebut. 

“Kan kemarin saat di Vatikan mereka datang. Jadi kita tinggal dorong saja. Saya kira mereka sangat suka dengan kita,” ujarnya. 

Baca Juga : MPR dan KPK Bakal Kolaborasi Sosialisasikan Empat Pilar

Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita mengaku, telah mengirimkan nota keberatan atas keputusan Uni Eropa memberlakukan bea masuk anti subsidi untuk produk biodiesel nasional. Pengenaan bea masuk terhadap biodiesel domestik diambil setelah Uni Eropa menuding pemerintah Indonesia menerapkan praktek subsidi untuk produk biodiesel berbasis minyak kelapa sawit. 

Dalam Jurnal Uni Eropa yang dipublikasikan Komisi Uni -Eropa awal pekan ini, menyebutkan impor biodiesel bersubsidi dari Indonesia telah mengancam kerugian materil pada industri Uni Eropa. 

Adapun perusahaan biodiesel Indonesia yang keberatan terhadap kebijakan tersebut, bisa memberikan jawaban tertulis dalam waktu 15 hari setelah regulasi berjalan. 

Baca Juga : Innalillahi, Iran Catat 43 Kasus Kematian Baru Akibat Virus Corona Per Hari Ini

Komisi Uni Eropa pun akan memberikan respons dalam waktu lima hari. Namun, komisi bisa meminta waktu tambahan dan bisa menentukan permintaan perusahaan yang bersangkutan, apakah keberatan itu diterima atau ditolak. 

Sebagai informasi, berikut tarif bea masuk yang diberikan Uni Eropa kepada beberapa produsen utama biodiesel Indonesia PT Caliandra Perkasa 8 persen, Wilmar Group 15,7 persen, Musim Mas Group 16,3 persen, Permata Group dan eksportir lainnya 18 persen. [KPJ]