Kementan Percepat Ekspor dengan Digitalisasi Layanan 

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo (kedua kiri) bersama Kepala Badan Karantina Pertanian Ali Jamil (ketiga kiri) di sela pelepasan ekspor sarang burung walet sebanyak 181 kg tujuan China, di Kantor Karantina Pertanian, Semarang, Rabu (21/8). (Foto: Humas Kementan)
Klik untuk perbesar
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo (kedua kiri) bersama Kepala Badan Karantina Pertanian Ali Jamil (ketiga kiri) di sela pelepasan ekspor sarang burung walet sebanyak 181 kg tujuan China, di Kantor Karantina Pertanian, Semarang, Rabu (21/8). (Foto: Humas Kementan)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Kepala Badan Karantina Pertanian Ali Jamil menunjukkan pesatnya kemajuan digitalisasi layanan pertanian yang dilakukan Kementerian Pertanian (Kementan) dalam mendukung ekspor. Dengan digitalisasi itu, layanan menjadi sangat cepat.

“Ini adalah instruksi Menteri Pertanian untuk mempercepat layanan. Barantan berkomitmen untuk memberikan model serta solusi secara berkelanjutan dengan digitalisasi layanan,” kata Jamil saat melepas ekspor beberapa komoditas pertanian di Semarang, Kamis (22/8).

Berita Terkait : Pacu Ekspor Buah dan Flori, Kementan Bangun Kawasan Berdaya Saing

Pada pelepasan ekspor itu ditayangkan permohonan pemeriksaan karantina pertanian secara online pada aplikasi IQFAST. Dari demo ini terlihat rata-rata sertifikasi ekspor impor komoditas pertanian di Karantina Pertanian Semarang sebanyak 1.000 pemohon per bulan.

Jamil juga bercerita soal aplikasi peta potensi komoditas pertanian berorientasi ekspor, atau IMACE yang telah digagas oleh Barantan. Menurut Jamil, aplikasi ini tengah digalakkan ke seluruh provinsi. Harapannya, aplikasi ini dapat digunakan sebagai landasan kebijakan pembangunan pertanian berorientasi ekspor dengan berbasiskan kawasan. 

Berita Terkait : Kementerian BUMN Angkat Loto Srinaita Ginting Jadi Komut Pegadaian

"Pemerintah daerah dapat memanfaatkan peta ini untuk mengembangkan potensi wilayah dan kami pun akan lebih mudah memfasilitasi ekspornya," terang Jamil. 

Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, memberikan apresiasi kepada Kementan yang telah memberikan layanan khusus pada komoditas pertanian asal daerahnya untuk dapat diekspor ke mancanegara. Ganjar juga mengapresiasi para eksportir yang sudah melakukan upaya agar komoditas pertanian Jateng bisa tembus pasar Internasional.

Berita Terkait : Mentan Ajak Forum Rektor Gelorakan Kedaulatan Pangan

Saat dibuka dialog, Narno, eksportir daun cincau, menyampaikan bahwa kendala yang dihadapinya saat ini ada pada luasan lahan yang dapat ditanami tanaman cincau. Ia meminta Ganjar dapat memfasilitasi lahan perhutani di daerah Banjarnegara agar dapat dimanfaatkan untuk budidaya cincau. Ganjar langsung memberikan solusi dengan menjanjikan dalam waktu  segera memberikan fasilitasi pertemuan dengan Perhutani. "Ini ada potensi ekspor dan harus kita tangkap," ucapnya. [KAL]