Pertamina Ingatkan Keselamatan Pekerja Lewat Seni Mural

Pekerja  sebagai bagian dari perayaan HUT RI ke-74, para Pekerja Terminal BBM Jakarta Group mengukuti lomba melukis tembok besar sepanjang 15 meter dengan mengusung tema kesehatan, keselamatan, keamanan dan lingkungan (HSSE).
Klik untuk perbesar
Pekerja sebagai bagian dari perayaan HUT RI ke-74, para Pekerja Terminal BBM Jakarta Group mengukuti lomba melukis tembok besar sepanjang 15 meter dengan mengusung tema kesehatan, keselamatan, keamanan dan lingkungan (HSSE).

RMco.id  Rakyat Merdeka - Terminal BBM (TBBM) Jakarta Group milik PT Pertamina (Persero) memiliki cara unik untuk menjaga lingkungan kerja yang tetap humanis. Salah satunya melakukan kegiatan lomba menghias dinding tembok TBBM di Tanjung Priok, dengan seni mural.

Operation Head TBBM Pertamina Jakarta Group Hari Purnomo mengatakan sebagai bagian dari perayaan HUT RI ke-74, para pekerja ini melukis tembok besar sepanjang 15 meter dengan mengusung tema kesehatan, keselamatan, keamanan dan lingkungan (HSSE), sehingga gambar yang ditampilkan pun tak hanya sekadar coretan warna-warni.

Berita Terkait : Pertamina Buka Kesempatan Wirausaha untuk Mahasiswa Riau

"Kompetisi ini dilakukan untuk menggalang kebersamaan antar Pekerja TBBM, karena itu kami melakukannya dengan berkelompok dimana mereka bisa menuangkan kreativitasnya di tembok ini, setelah jam kerja sehingga tidak mengganggu operasional. Selain itu, tujuan kompetisi juga untuk mengingatkan Pekerja tentang aspek HSSE," ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (27/8/2019).

Diketahui, kompetisi tersebut diikuti oleh sekitar 24 kelompok yang berasal dari seluruh divisi di TBBM Jakarta Group. Tembok besar itu kini telah cantik serta mengobarkan pesan HSSE yang senantiasa dapat dilihat oleh seluruh pekerja Pertamina.

Berita Terkait : Jakarta Banjir Lagi, Pertamina Tanggap Salurkan Bantuan

Sebagai informasi TBBM ini merupakan TBBM tersibuk di Indonesia. Pasalnya, TBBM tersebut melakukan distribusi ke sebagian besar Pulau Jawa hingga mencapai sekitar 30 persen dari kebutuhan bahan bakar Indonesia. Hiruk pikuk operasional TBBM pun terlihat dari para Pekerja TBBM yang berhadapan langsung dengan ratusan mobil tangki BBM, alat-alat berat, serta puluhan kapal bermuatan BBM yang harus dikelola waktu sandarnya demi memastikan ketahanan energi di dalam negeri. [FAZ]