Waspadai Diskon Abal-abal Jelang Tutup Tahun

Ketua Pengurus Harian YLKI, Tulus Abadi. (Foto Istimewa)
Klik untuk perbesar
Ketua Pengurus Harian YLKI, Tulus Abadi. (Foto Istimewa)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Salah satu karakter konsumen adalah mendapatkan diskon harga saat melakukan transaksi pembelian, baik produk barang dan atau jasa. Sementara dari sisi marketing, adalah hal lumrah produsen memberikan diskon atau promosi terhadap barang yang dijual, apalagi menjelang tutup tahun.

Baca Juga : Bank DKI Sukses Lakukan Sinergi BUMD, OJK Minta BPD Lain Tiru

Banyak pusat-pusat belanja yang menawarkan great sale, big sale, mid night sale, dan lain-lain. Terhadap hal ini, konsumen harus bersikap cerdas, bahkan waspada. Mengapa?

Baca Juga : Shopee Liga 1 2020, Persija Kalahkan Borneo FC 3-2

Lazimnya lemberian diskon dilakukan dengan cara menaikkan harga terlebih dahulu, lalu diberikan diskon/potongan harga. Jika hal ini yang terjadi maka layak disebut diskon palsu, alias diskon abal-abal. Lihatlah harga barang tersebut dengan kualitasnya. Kalau perlu dibandingkan dengan barang sejenis di tempat lain.

Baca Juga : Malam Ini, 69 WNI Diamond Princess Tiba di Bandara Kertajati, Majalengka

Konsumen juga sebaiknya waspada dengan strategi marketing, seperti "membeli dua, gratis satu". Bisa jadi konsumen merasa lebih murah karena mendapatkan tiga item barang, tapi harga yang dikeluarkan untuk 2 item barang saja. Konsumen tidak sadar bahwa ini adalah jebakan betman. Karena konsumen harus mengeluarkan uang lebih banyak, dari rencana semula.
 Selanjutnya