RMco.id  Rakyat Merdeka - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM)  Ignasius Jonan meninjau 3 Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di  Nusa Tenggara Barat (NTB), Kamis (28/8).  Total kapasitas 3 PLTS terpasang itu 21 mega watt peak (MWp). Seluruh PLTS ini telah beroperasi secara komersial sejak awal Juli 2019 lalu. 

Pada kunjungan ini, Jonan  didampingi Gubernur NTB Zulkieflimansyah dan Direktur Pengadaan Strategis 2 PT PLN (Persero) Djoko R. Abu Manan. Jonan menyebut saat ini NTB menjadi provinsi dengan pengoperasian PLTS terbesar.

"Untuk sebuah sistem dengan sistem seperti Mataram kalau dibandingkan dengan total daya mampu yang ada, secara prosentase ini yang paling besar," ujar Jonan.

Baca Juga : Soal Pembubaran 18 Lembaga, Ombudsman Usul Jokowi Evaluasi BLU

Sekadar Informasi, sistem Lombok memiliki Daya Mampu Pasok sebesar 260,473 MW dengan Beban Puncak 233,188 MW dan cadangan daya sebesar 27,285 MW. Ketiga PLTS tersebut dikelola pengembang listrik swasta (Independent Power Producer/IPP). Mereka yaitu PLTS Pringgabaya (7 MWp), PLTS Selong (7 MWp) dan PLTS Sengkol (7 MWp). 

Ketiga PLTS ini mampu melistriki setara 19.605 rumah tangga pelanggan 900 VA. Selain meningkatkan kapasitas pembangkit dari sumber energi terbarukan, biaya pokok pembangkitan juga menghasilkan potensi penghematan mencapai Rp 1.002,84 per-kWh jika dibandingkan dengan Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD).

Jonan mengatakan, penggunaan PLTS  memiliki sejumlah keuntungan untuk lingkungan. Mengurangi emisi gas buang atau polusi, mengurangi pemanasan global, efek rumah kaca dan banyak lainnya. 

Baca Juga : MotoGP : Rossi-Marquez Apes, Quartararo Juara Seri Pembuka

Jonan yakin pengembangan PLTS di NTB memberikan dampak positif juga terhadap sektor pariwisata di Lombok. Pulau Lombok merupakan  pulau tujuan wisata. Pengoperasian pembangkit listrik dari energi baru terbarukan pasti ikut membuat turis nyaman saat berlibur.

"Kalau banyak dibangun pembangkit besar-besar tapi bahan bakarnya fosil udaranya tidak seterang dan sebersih ini," imbuh Jonan.

 Gubernur NTB  Zulkieflimansyah menyampaikan terima kasih atas perhatian Menteri ESDM kepada Provinsi NTB, terutama terhadap pengembangan energi terbarukan.

Baca Juga : Biar Ngegas, Aturan Bisnis Logistik Jangan Dibikin Ruwet

"Kami mengucapkan banyak terima kasih kepada Pak Menteri ESDM, intensitas berkunjung ke NTB cukup tinggi," ungkapnya.

Dia menilai, pembangunan PLTS  cepat sekali. Dalam waktu 9 bulan sudah beroperasi. Lebih cepat dibanding pembangkit lain seperti hidro dan sebagainya. [SRI]