RMco.id  Rakyat Merdeka - Selain meninjau proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan juga meninjau pelaksanaan penyalaan sambungan listrik gratis di beberapa rumah tangga kurang mampu di Desa Gemel, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) Kamis (29/8).  

"Kalau NTB kira-kira sudah 3.500 rumah terpasang,"  ungkap Jonan.

Baca Juga : Menteri Sri Mulyani Usul Pemda Disuntik Insentif

Penyalaan merupakan implementasi program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) atau sambungan listrik gratis golongan tarif 450 VA. Program ini upaya percepatan pencapaian rasio elektrifikasi Provinsi NTB sebesar 99,9 persen pada tahun 2019. Saat ini rasio elektrifikasi NTB hingga Juli 2019 adalah sebesar 98,24 persen.

Sambungan listrik gratis bagi rumah tangga tak mampu di NTB merupakan program dari Badan Usaha Sektor ESDM, Kementerian ESDM Peduli (pegawai ASN KESDM), Corporate Social Responsibility (CSR) PT. PLN (Persero), Sinergi BUMN dan Pemerintah Provinsi NTB, dengan jumlah sebanyak 3.536 rumah tangga.

Baca Juga : Telkomsel Luncurin Paket Data Terjangkau Untuk Perguruan Tinggi

Untuk sambungan listrik gratis yang bersumber dari sumbangan Aparatur Sipil Negara (ASN) Kementerian ESDM sendiri jumlahnya mencapai 1.396 rumah. Rinciannya, Lombok Barat 402 rumah, Lombok Timur 161 rumah, Lombok Tengah 406 rumah, Lombok Utara 30 rumah, Sumbawa 60 rumah, Sumbawa Barat 140 rumah, Bima 148 rumah dan Bima Kota 49 rumah. 

Berdasarkan Basis Data Terpadu Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (BDT TNP2K) jumlah rumah tangga tidak mampu yang belum berlistrik di Provinsi NTB per bulan Juli 2019 berjumlah 13.555 Rumah Tangga.  Dengan adanya pemasangan sambungan listrik baru kini tentu jumlahnya menurun. Jonan berjanji akan terus berupaya agar semua masyarakat tidak mampu terlayani.

Baca Juga : Perta Arun Gas Gali Potensi Bisnis di Kuwait

"Kurang sekitar 10 ribu rumah tangga tidak mampu pasang sambungan listrik untuk di NTB, nanti kami carikan stakeholders lain untuk ikut parstisipasi," pungkas Jonan.

Seperti diketahui, Jonan meninjau 3 PLTS dengan total  kapasitas 21 mega watt peak (MWp) di NTB. Seluruh PLTS ini telah beroperasi secara komersial sejak awal Juli 2019 lalu. [SRI]