RMco.id  Rakyat Merdeka - Maskapai Garuda Indonesia melarang penumpangnya membawa produk MacBook Pro Retina 15-Inch ke dalam pesawat. Baik di kabin, bagasi maupun layanan kargo.

Kebijakan ini diberlakukan sehubungan dengan adanya kebijakan penarikan kembali produk tersebut, oleh manufaktur Apple.

Vice President Corporate Secretary Garuda Indonesia M. Ikhsan Rosan menjelaskan, kebijakan tersebut sejalan dengan aturan yang dikeluarkan European Union Aviation Safety Agency (EASA) serta regulasi dari IATA Dangerous Goods Regulations (Special Provisions A154), terkait larangan membawa MacBook Pro 15-Inch untuk seri tertentu, yang telah diinformasikan oleh pihak manufaktur.

Berita Terkait : 200 Ribu Anak Indonesia Ikut Program Penguatan Literasi

“Larangan itu diberlakukan, setelah ditemukan adanya masalah dalam baterai laptop tersebut, yang berpotensi menimbulkan gangguan terhadap aspek keselamatan penerbangan,” katanya dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (30/8).

Iksan menambahkan, larangan ini dikhususkan untuk seri tertentu, yang terjual dalam periode September 2015 dan Februari 2017.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai detail spesifikasi produk yang dilarang masuk ke dalam pesawat, dapat dilihat di https://support.apple.com/en-sg/15-inch-macbook-pro-battery-recall.

Baca Juga : Penyidik Kasus Jaksa Pinangki Diduga Hapus Bukti Percakapan

Garuda Indonesia akan terus berkoordinasi dengan pihak regulator maupun stakeholders terkait, untuk menindaklanjuti larangan membawa perangkat laptop tersebut, hingga ada perkembangan lebih lanjut.

Di Indonesia, larangan ini baru diberlakukan oleh Garuda Indonesia.

Pelarangan serupa juga diterapkan di India. Direktorat Jenderal Penerbangan Sipil (DGCA) India menyebutkan, penarikan kembali laptop MacBook Pro Retina 15-Inch generasi lama oleh Apple Inc - terutama yang terjual antara September 2015 hingga Februari 2017 - dipicu oleh munculnya kekhawatiran baterai terlalu panas,  dan bisa menimbulkan risiko keselamatan penerbangan. [KPJ]