RMco.id  Rakyat Merdeka - PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) akan memperkuat infrastruktur dan jaringan telekomunikasi di Kalimantan Timur (Kaltim). Hal ini untuk memenuhi kebutuhan komunikasi saat ibu kota pindah ke daerah tersebut.

"Perusahaan sudah mempunyai infrastruktur di Kalimantan dengan fiber yang terhubung dengan Jawa, Bali dan Lombok," ujar Presiden Direktur & CEO XL Axiata Dian Siswarini saat paparan kinerja semester II perusahaan itu di Jakarta, Kamis (5/9).

Menurut Dian, saat ini, perseroan sedang memperkuat dan mempercepat jaringan ke luar Jawa. Ini sebagai salah satu strategi perusahaan untuk bersaing dengan operator telekomunikasi lainnya. Untuk itu, peningkatan kapasitas melalui fiberisasi menjadi kebutuhan yang mendesak untuk menjaga kenyamanan pelanggan dalam mengakses layanan data dan internet.

"Yang pasti perusahaan akan mendukung keputusan pemerintah memindahkan ibu kota ke Kalimantan Timur," kata Dian.

Berita Terkait : Pelindo III: Terminal LNG Benoa Perkuat Kelistrikan Bali

Direktur Teknologi XL Axiata, Yessie D Yosetya mengatakan, saat ini cakupan base transceiver station (BTS) coverage yang dimiliki XL di Kalimantan mencapai 96 persen. Di Kalimantan perseroan memiliki fiber optik yang terhubung ke Jawa.

Menurut Yessie, XL siap mengembangkan jaringan telekomunikasi di Kaltim dengan menggandeng partner. Namun, ia masih belum memastikan partner yang akan bekerjasama mengembangkan jaringan di ibu kota baru. “Belum ditentukan,” tuturnya.

Di Kalimantan, XL Axiata didukung lebih dari 7.000 menara BTS. Khusus di Kaltim, jaringan data tersedia di 9 kota/kabupaten dengan dukungan total lebih dari 2000 BTS dan 650 BTS untuk jaringan 4G LTE yang tersebar di 7 kota/kabupaten.

Sementara itu, jaringan tulang punggung fiber optik di Kalimantan mencapai sekitar 2.500 kilometer (KM). XL Axiata menargetkan menambah jaringan fiber optik sekitar 1.400 kilometer (KM) hingga akhir 2019. 

Baca Juga : Greysia/Apriyani Sabet Gelar Juara Thailand Open 2021

Fiberisasi

Dian menambahkan, hingga saat ini, fiberisasi jaringan XL Axiata sudah mencapai sekitar 30 persen dari total jaringan dan mencakup semua ibu kota provinsi dan kota-kota besar di Jawa, Madura, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Bali, dan Lombok. “Kota atau area-area tersebut memang sudah memerlukan jaringan fiber karena mengalami pertumbuhan data yang signifikan," katanya.

Hingga akhir tahun ini, perseroan menargetkan 50 persen BTS akan terhubung dengan jaringan fiber. Angka ini akan terus naik hingga 70 persen pada tahun depan.

Untuk memperkuat infrastruktur di luar Jawa, XL Axiata juga memanfaatkan program Universal Service Obligation (USO). XL Axiata telah memenangkan tender pembangunan jaringan USO di 250 titik yang berada di 51 kabupaten, sebagian besar di antaranya ada di Kawasan Tengah dan Timur Indonesia, termasuk Nusa Tenggara Timur, Maluku, dan Papua.

Baca Juga : Inspeksi ke Bandara Soetta, Menhub Pastikan Keselamatan Penerbangan

Pembangunannya akan dilaksanakan di tahun ini hingga tahun depan. Dan, jaringan 4G. XL Axiata juga akan memanfaatkan keberadaaan backbone fiber optik Palapa Ring Barat, Tengah dan Timur untuk perluasan jaringan ke luar Jawa. [DIT]