Belum Ada Surat Tugas

Bulog Batal Impor 30 Ribu Ton Daging Brasil Tahun Ini

Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso
Klik untuk perbesar
Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso

RMco.id  Rakyat Merdeka - Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso mengaku, tidak bisa melakukan impor daging sapi Brasil dalam waktu singkat. Pasalnya, Bulog belum menerima surat penugasan dari Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), rekomendasi dari Kementerian Pertanian, dan surat persetujuan impor dari Kementerian Perdagangan.

Terlebih lagi, proses pengiriman daging dari Brasil membutuhkan waktu 47 hari. 

“Penugasan 30 ribu ton tahun ini mungkin tidak terealisasi karena kalau kami datangkan hari ini, ada proses lelang yang memakan waktu,” kata pria yang akrab disapa Buwas itu di kantornya, Jakarta, kemarin. 

Menurutnya, impor daging sapi Brasil memang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Apalagi harga daging sapi Brasil dinilai lebih terjangkau dibandingkan daging dari negara lain seperti Australia. Selain itu, daging sapi Brasil juga memenuhi persyaratan halal sesuai dengan standar MUI. 

Berita Terkait : Golkar Tegetkan Menang 60 Persen Di Pilkada Tahun Ini

“Kita hitung minimal 47 hari perjalanan setelah rekomendasi keluar. Kalau mundur tidak bisa lagi, jadi lintas tahun,” ujarnya. 

Saat ditanya apakah mungkin terealisasi Januari 2020, Buwas menjawab, mungkin saja. Direktur Pengadaan Perum Bulog Bachtiar menegaskan, pemerintah sangat selektif memilih daging sapi yang akan masuk ke Indonesia. Baik dari segi kualitas, kesehatan juga kehalalan. 

“Kita ada ketentuan mau masuk Indonesia kan ada surat dari itu, ada MUI yang mengeluarkan surat halal,” katanya. 

Selain itu, perusahaan yang akan memasok daging sapi pun sudah pasti memiliki sertifikasi tersebut. Karena, itu juga merupakan salah satu dari persyaratan yang diajukan oleh pihak Indonesia. Daging sapi yang masuk dari Brasil akan dipastikan benarbenar aman dikonsumsi. Artinya, terbebas dari penyakit.

Baca Juga : Soal Upah Buruh, Ini Penjelasan Aice

“Kita mesti periksa semua melalui karantina, kalau itu enggak memenuhi syarat enggak akan mungkin kita ambil,” ujarnya. 

Direktur Kesehatan Masyarakat Veteriner Kementerian Pertanian (Kementan) Syamsul Ma’arif mengungkapkan, kementeriannya telah memberi lampu hijau impor daging sapi asal Brasil sebanyak 50 ribu ton yang merupakan bagian dari penugasan untuk perusahaan pelat merah.

Syamsul mengatakan, daging asal Brasil telah memenuhi standar aman, sehat, utuh, dan halal (ASUH). Syamsul mengungkapkan, Indonesia dan Brasil masih menunggu penandatanganan protokol kesehatan. Instrumen ini berisi kesepakatan kedua pihak mengenai tata cara pengamanan untuk produk yang masuk. 

“Contohnya, misal terjadi sesuatu, kami berhak melakukan tindakan sesuai dengan peraturan yang berlaku,” ucapnya. 

Baca Juga : Airlangga Beri Kuliah Umum di Seskoal

Pengamat pertanian Institut Pertanian Bogor (IPB) Dwi Andreas Santosa mengatakan, impor daging sapi ini memang tak bisa sembarang. Harus dilakukan dengan catatan wilayah bahkan negara pengekspor masuk dalam daftar bebas PMK. 

“Daging sapi perlu bebas PMK karena kalau tidak itu resikonya sangat besar. Perlu pastikan Brasil itu wilayah endemic PMK atau tidak. Seperti dari India, kan, belum bebas PMK makanya masalah terus kalau impor daging dari India,” ujarnya. [KPJ]