Luhut Tak Risau Dituding Pro Investasi China

Menko Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan (Foto:Istimewa)
Klik untuk perbesar
Menko Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan (Foto:Istimewa)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan berkomitmen melindungi investor, termasuk investor yang datang dari China. 

Ia tidak merisaukan tudingan dan kekhawatiran terhadap massifnya investasi China di Tanah Air. Menurutnya, penetrasi pengusaha asing tetap harus memberikan keuntungan yang lebih besar bagi Indonesia.

“Kedua negara harus saling untung dalam menikmati buah dari kerja sama. China punya kelebihan modal dan Indonesia punya berbagai macam energi,” katanya dalam keterangan tertulisnya usai melakukan pertemuan dengan sejumlah pengusaha dalam forum The 16th China-Asean Business and Investment Summit 2019 (CABIS), di Nanning, China.

Luhut menyatakan, siap menghilangkan semua pungutan yang tidak jelas. "Kalau ada masalah investasi di Indonesia jangan ragu-ragu untuk  menghubungi saya. Tidak ada masalah yang tidak bisa diselesaikan. Saya pastikan tidak ada lagi pungutan-pungutan biaya yang tidak jelas. Itu sudah instruksi Presiden," tegasnya. 

Berita Terkait : Asal Ngecap, Harvard Diminta Buktikan Virus Corona Di Indonesia

Luhut mengungkapkan, China merupakan mitra dagang terbesar Indonesia di dunia. Sebaliknya, Indonesia merupakan mitra dagang terbesar China ke-15 di dunia.

Luhut mengakui, dirinya sering mendapat kritik dari publik atas kebijakannya itu. Namun, dia menjamin pemerintah tidak asal memberikan proyeknya kepada investor dari Negeri Tirai Bambu. Melainkan, ada syarat-syarat yang harus dipenuhi. 

"Orang selalu kritik saya di luar, ini kita China, semua China, tidak, kita punya rule of thumb untuk investasi mau siapa saja," jelasnya. 

Pemerintah, kata Luhut, sejatinya terbuka dengan investasi dari mana pun. Sepanjang, hal tersebut sesuai dengan syarat-syarat tersebut. Batasan itu, salah satunya, adalah teknologi yang digunakan harus ramah lingkungan. Di samping, mereka juga harus mendidik tenaga kerja lokal. Sehingga, di masa depan Indonesia tidak lagi bergantung kepada tena kerja asing.

Berita Terkait : RI Siap Kolaborasi Bidang Investasi Hingga Teknologi di Hannover Messe

"Jadi dia mau dari bulan atau dari mana saja, sepanjang tekologi ramah lingkungan dan mendidik tenaga kerja lokal oke," ucapnya.

Sejumlah pengusaha yang hadir mempertanyakan berbagai kebijakan dalam masa kepemimpinan Presiden Jokowi yang kedua ini. Pertanyaan terutama menyangkut soal kepastian berusaha dan investasi serta berbagai peluang-peluang baru. Apalagi kebijakan pemindahan ibu kota.

Misalnya, Vice President of China Communications Construction Company Wen Gang mempertanyakan strategi infrastruktur di ibu kota baru. Luhut menjawab akan banyak peluang baru, dari mulai jalan tol, mobil listrik hingga light rail transit (LRT). 

"Ibu kota baru adalah clean energy city. Banyak pekerjaan di sana. Kalau ada masalah hubungi saja kami. Yang pasti pemerintahan sudah sangat berubah," tuturnya.

Baca Juga : Virus Corona Mengancam, Indonesia Tetap Ikut All England

Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Ahmad Heri Firdaus meminta pemerintah segera menyelesaikan berbagai masalah internal yang menghambat investasi, sehingga dapat bersaing dengan negara lain.

Heri menjelaskan, investor asing akan lebih tertarik jika suatu negara tujuan memiliki kepastian dan kemudahan regulasi. Misalnya seperti lahan yang murah dan mudah dalam jangka panjang, infrastruktur memadai misalnya listrik yang merata di berbagai daerah yang berpotensi untuk industri, dan birokrasi yang tidak berbelit terutama terkait perizinan. [KPJ]