Indonesia Power Genjot Kapasitas Listrik PLTU Suralaya

PLTU Suralaya. (Dok : Humas PLN)
Klik untuk perbesar
PLTU Suralaya. (Dok : Humas PLN)

RMco.id  Rakyat Merdeka - PT PLN (Persero) melalui anak perusahaannya, PT Indonesia Power (IP) Unit Pembangkitan Suralaya terus meningkatkan kapasitas Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Suralaya, Banten.

Unit Pembangkitan Suralaya pertama kali dibangun pada tahun 1984 dengan 2 (dua) Unit Pembangkit dan terus di tingkatkan hingga menjadi 7 (tujuh) Unit Pembangkit dengan total kapasitas terpasang 3.440 Megawatt (MW).

Sekretaris Perusahaan Indonesia Power Igan Subawa Putra mengatakan, PLTU Suralaya merupakan PLTU terbesar di Indonesia, dengan memproduksi sekitar 50 persen dari total produksi PT Indonesia Power dan menyumbang 17 persen dari energi listrik kebutuhan Jawa-Madura-Bali.

Namun begitu, Suralaya tidak mengesampingkan aspek pencapaian kinerjanya. Terbukti hingga agustus 2019, Unit Pembangkitan Suralaya telah menunjukan kinerja baik.

Berita Terkait : Tekuk The Daddies, Kevin/Marcus Raih Hattrick Juara

Hal ini dibuktikan dengan pencapaian EAF (Equivalent Availability Factor) dan EFOR (Equivalent Force Outage Rate) sampai dengan Agustus 2019 berada di angka 90,16 dan 1,08.

"Selain itu Unit Pembangkitan Suralaya juga telah memenangkan berbagai penghargaan dalam bidang inovasi, K3L & Lingkungan dan CSR di tingkat regional, nasional maupun internasional salah satunya adalah ASEAN COAL AWARD 2019 yang baru-baru diterimanya di tahun 2019," ujar Igan.

Ia mengatakan, Unit Pembangkit Suralaya juga memiliki sistem tata kelola yang baik dan selalu mengedepankan dan memperhatikan aspek keselamatan dan Lingkungan.

Sebagai bagian dari tata kelola perusahaan yang baik, PT Indonesia Power Unit Pembangkitan Suralaya juga melakukan Program Tanggung Jawab Sosial atau lebih sering dikenal dengan Program CSR (Corporate Social Responsibility), diantaranya mendirikan Eco Park Suralaya yang dalam pembangunannya menggunakan produk mitra binaan paving blok yang memanfaatkan fly ash & bottom ash (FABA) sebagai bahan bakunya.

Berita Terkait : Jeblok, Tunggal Putri Jadi Perhatian PBSI

"Dalam fungsinya, Eco Park Suralaya ini juga menjadi tempat rekreasi serta mata tempat pencaharian baru bagi masyarakat sekitar dan mitra binaan dengan macam-macam produknya," sambung Igan.

Selain itu, Unit Pembangkitan Suralaya juga melakukan program penanaman 1000 (seribu) pohon dalam periode hingga 2021 untuk mengurangi emisi CO2.

Unit Pembangkitan yang sejak Tahun 2014 s/d 2018 juga sukses mendapatkan PROPER HIJAU dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Republik Indonesia.

Pembangkitan Suralaya juga selalu melakukan berbagai kegiatan efisiensi energi dan program lingkungan. Hal ini dilakukan untuk menjaga keberlangsungan Unit secara terus menerus.

Berita Terkait : Gandeng CTI, Pertamina Tingkatkan Kualitas Tenun Sumatera Selatan

Bentuk kegiatan efisiensi penghematan energi yang telah dilakukan dari tahun 2014 hingga Juni 2018 telah mencapai 6.567.415 GJ dan 4.875.669 ton emisi CO2 yang telah berkurang dari program ini.

"Ada beberapa program dan kegiatan yang mendukung keberlanjutan efisiensi pembangkit listrik Suralaya, antara lain; Life Cycle Management, Coal Handling Management System dan Accelerates Competencies Development for Human Resources yang telah ditingkatkan Unit Pembangkitan Suralaya," tegasnya. [NOV]