Demi Hindari Resesi Ekonomi

Presiden Minta Menteri Gerak Cepat Gaet Investor

Demi Hindari Resesi Ekonomi Presiden Minta Menteri Gerak Cepat Gaet Investor
Klik untuk perbesar

RMco.id  Rakyat Merdeka - Presiden Jokowi kembali meminta para menterinya gerak cepat menyiapkan langkah-langkah strategis untuk menggaet investor datang ke Indonesia. Upaya itu dilakukan untuk menghadapi resesi ekonomi global

“Kita berpacu dengan waktu dan harus gerak cepat dengan pemangkasan, penyederhanaan, regulasi-regulasi yang menghambat,” katanya dalam rapat terbatas di Kantor Presiden, Jakarta kemarin. 

Jokowi merincikan apa saja yang bisa dilakukan para menteri, khususnya dalam memberikan kepastian hukum bagi para investor ketika harus mengembangkan bisnis di Indonesia. 

“Pada rapat lalu, sudah saya sampaikan banyak apa yang ingin kita lakukan terutama dalam memberikan jaminan dan kepastian hukum dalam penanaman modal di negara kita,” ujarnya. 

Arahan Jokowi itu karena berdasarkan laporan yang diterima, kondisi ekonomi sedang tak baik. Hal itu pun berdampak pada penurunan ekonomi di berbagai negara. Termasuk Indonesia. Apalagi banyak negara yang telah terkena resesi. 

Baca Juga : BNI Berikan Fasilitas Istimewa Buat Nasabah Emerald

Sebelumnya, Presiden Jokowi menyebut pemerintah bakal mengajukan revisi 74 undangundang setelah DPR periode baru dilantik pada 1 Oktober 2019. 

Revisi 74 UU itu bakal dilakukan melalui skema omnibus law. Artinya, revisi dilakukan dengan membuat satu UU baru. Jokowi berharap revisi tersebut, bakal membuat proses perizinan investasi semakin cepat. 

Dengan begitu, Indonesia bisa menjadi magnet investasi. ¬Apalagi, Indonesia juga memiliki keunggulan lain yakni jumlah masyarakat kelas menengah mencapai 141 juta orang. 

Untuk mengantisipasi revolusi konsumen, Jokowi meminta pengusaha Indonesia mengubah cara pandangnya agar tak hanya bergantung proyek pemerintah. Presiden juga meminta para pengusaha untuk terus berinovasi dan menjalin kemitraan, termasuk dengan investor asing. 

“Kelemahan kita, menurut saya, terutama yang muda-muda ini adalah sulit dan enggan untuk berpartner. Ini penting sekali bermitra,” tuturnya. 

Baca Juga : Komisi IV Dukung Temanggung Jadi Sentra Terbesar Bawang Putih

Demo Tak Pengaruhi Investasi Ekonom Bank Permata Josua Pardede menilai, dinamika politik domestik yang terjadi beberapa hari terakhir belum mempengaruhi sentimen investor atas investasi. 

Josua menjelaskan, pelemahan rupiah dan koreksi terhadap pasar keuangan domestik cenderung timbul akibat investor yang risk averse di pasar keuangan global. Hal ini menimbulkan adanya peningkatan permintaan terhadap aset safe haven seperti yen Jepang, Swiss franc dan US Treasury. 

“Jadi, dapat ditarik kesimpulan pula bahwa dinamika politik dalam negeri terkait penolakan pengesahan beberapa RUU oleh DPR cenderung marginal,” ujarnya. 

Sentimen politik domestik tersebut, tidak akan berpengaruh secara berkepanjangan mengingat fundamental perekonomian Indonesia hingga saat ini masih solid. 

Direktur Eksekutif Core Indonesia Mohammad Faisal menilai, demontrasi yang bergulir beberapa waktu terakhir tidak akan berpengaruh kepada investasi. Adapun yang terdampak secara jangka pendek di sini bukan penanaman modal asing (PMA), tetapi justru di investasi portofolio. 

Baca Juga : Promosikan Budaya Indonesia, KBRI Den Haag Gelar Perayaan Galungan dan Kuningan

“Saya pikir dampaknya terhadap PMA itu justru masih belum karena masih belum anarkis dan dalam jangka waktu yang panjang,” ujarnya. 

Faisal mengatakan, di negaranegara lain seperti China dan Vietnam, pertumbuhan investasi diikuti dengan perbaikan sistem birokrasi melalui good governance dan penegakan hukum. 

“Selama ini upaya penegakan hukum sudah berjalan dan ketika ada pelemahan maka hal ini akan menurunkan kepercayaan investor terhadap sistem hukum yang ada,” ujarnya. [KPJ]