AP II Terus Persiapkan Pengembangan Bandara Jenderal Besar Soedirman

Direktur Utama AP II Muhammad Awaluddin (kanan) menjelaskan soal kapasitas pembangunan Bandara Jenderal Besar Soedirman di hadapan stakeholders terkait. (Foto: AP II)
Klik untuk perbesar
Direktur Utama AP II Muhammad Awaluddin (kanan) menjelaskan soal kapasitas pembangunan Bandara Jenderal Besar Soedirman di hadapan stakeholders terkait. (Foto: AP II)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Momentum awal tahun 2019 dimanfaatkan PT Angkasa Pura II (Persero) atau AP II, untuk segera melanjutkan pengerjaan pengembangan Bandara Jenderal Besar Soedirman (BJBS). Jajaran manajemen AP II langsung meninjau lokasi bandara yang terletak 11 km dari pusat Kota Purbalingga, Jumat (4/1).

Saat ditemui dalam acara inisiasi pembangunan Bandara Jenderal Besar Soedirman, Presiden Direktur AP II Muhammad Awaluddin menerangkan bahwa rencana pengembangan akan dilakukan secara bertahap. Tahap pertama pengembangan dilaksanakan pada awal Januari 2019.

“Sesuai yang disampaikan Bapak Presiden ketika berkunjung pada Maret lalu, proses pembangunan tahap awal sudah bisa dimulai pada awal tahun ini. Sisi darat dan sisi udara akan dikerjakan secara simultan selama 18-20 bulan," ungkap Awaluddin.

Berita Terkait : Buat Investor Nyaman, PII Beri Penjaminan Pembangunan Bandara Komodo

Pembangunan serta pengembangan tersebut meliputi pembangunan runway seluas 30 x 1.600 meter, pembangunan terminal penumpang baru dan area parkir penumpang, hingga pengembangan terminal kargo. Dengan meningkatnya fasilitas sisi udara dan sisi darat serta pengembangan infrastruktur bandara, pesawat jenis C-212 diharapkan dapat mendarat di BJBS.

"Untuk saat ini, baru pesawat jenis C-212 yang mendarat. Ke depannya, pesawat Airbus 320 Neo dan Boeing 737 Max 8 diharapkan juga bisa mendarat. Semoga, akan terus tumbuh jumlah pesawat komersil yang mendarat di BJBS”, papar Awaluddin.

Kehadiran BJBS diharapkan mampu menjangkau sejumlah daerah yang terdapat di Jawa Tengah, sehingga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi wilayah Jawa Tengah bagian barat hingga selatan seperti Kabupaten Banyumas, Kabupaten Purbalingga, Kabupaten Banjarnegara, Kabupaten Wonosobo, dan Kabupaten Kebumen.

Berita Terkait : Bandara Soedirman: Gunung Slamet dan Sungai Serayu Warnai Desain Terminal, Konstruksi Sisi Udara Lampaui Target

Setelah pembangunan tahap I selesai, manajemen AP II memperoleh data proyeksi pergerakan penumpang mencapai 98 ribu dan dapat tumbuh tidak kurang dari 500 ribu penumpang per tahun. Tak hanya itu, pergerakan kargo diprediksi mencapai lebih dari 2.000 ton per tahun.

Adapun berbagai fasilitas penunjang yang juga akan dibangun pada tahap awal, antara lain tempat parkir kendaraan bermotor yang mampu menampung 70 kendaraan mobil dan 172 kendaraan motor, poliklinik, tempat ibadah, airport maintenance building, tempat penampungan sampah, sewage treatment, kantor keamanan, serta bangunan operasi bandara lainnya.

Kolaborasi serta dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Pemerintah Kabupaten Purbalingga, tentu sangat dibutuhkan guna tercapainya target penyelesaian pembangunan. Diharapkan, bandara yang memiliki lahan seluas 115 hektar ini rampung pada 2020. “Mudah-mudahan, pengembangan tahap I bisa selesai pada 2020. Mulai dari sisi darat hingga sisi udaranya”, tutup Awaluddin.

Berita Terkait : Presiden Apresiasi Cepatnya Pekerjaan Pembangunan YIA

Kehadiran BJBS diharapkan dapat berkontribusi besar dalam hal lain melalui konektivitas dan kemaritiman, penguatan infrastruktur daerah untuk peningkatan pertumbuhan ekonomi daerah melalui sektor utama seperti pariwisata dan perindustrian, berperan penting dalam menarik investor potensial, serta mengintegrasikan usaha-usaha sinergi BUMN hingga ke pelosok negeri. [HES]