Kisruh, Proyek Jalan Trans Papua Distop

Klik untuk perbesar
Pembangunan Jalan Trans Papua.

RMco.id  Rakyat Merdeka - Pengerjaan proyek jalan Trans Papua, sementara distop. Langkah tersebut, dilakukan karena pertimbangan faktor keamanan. 

Kepala Balai Besar Pembangunan Jalan Nasio nal (BBPJN) Wilayah XVIII Jayapura Osman Marbun mengatakan, bahwa proyek infrastruktur Trans Papua di Pegunungan Tengah, masih dihentikan. “Karena faktor keamanan,” tegasnya, kemarin. 

Adapun ruas yang dihentikan di antaranya ruas OksibilJayapura Dekai-Kenyam, Dekai-Oksibil, Mulia-Wamena, Wamena-Jayapura, Ilaga-Sinak, Sugapa -Enarotali, dan ElelimMamberamo. Osman menilai, ruas-ruas jalan Trans Papua yang dihentikan itu berada di seluruh kabupaten di Pegunungan Tengah. 

“Awalnya pengerjaan jalan dihentikan sekitar 19 Agustus namun berlanjut terus hingga saat ini,” katanya. 

Berita Terkait : Lagi, KPK Garap 7 Mantan Anggota DPRD Muara Enim

Dirinya sampai saat ini, belum dapat memastikan kapan pengerjaan jalan Trans Papua dilanjutkan kembali. Balai Besar masih melakukan evaluasi terhadap pengerjaan jalan secara keseluruhan agar tidak terkena penalti. Tim juga akan menginventarisir, ruas mana yang akan dilanjutkan dan ditunda pengerjaannya. 

Menurut Osman, pengerjaan Trans Papua di kawasan pantai tidak ada masalah dan masih dikerjakan. “Pengerjaan jalan dilaksanakan dari dua arah seperti ruas Oksibil-Jayapura juga dilaksanakan ruas Jayapura-Oksibil,” ujarnya. 

Ekonom Universitas Indonesia Fithra Faisal mengatakan, situasi di Papua memang rentan konflik. Akibatnya, dapat mengancam laju pertumbuhan ekonomi di Bumi Cendrawasih. 

“Apalagi motor pertumbuhan ekonomi di Papua, dari sektor tambang juga sedang turun. Investasi baru tentu dibutuhkan untuk mengganti itu. Tapi, dengan konflik yang berlarut-larut seperti ini, sulit untuk mengun dang investor,” katanya. 

Berita Terkait : Hari Ini, Jokowi Resmikan Jalan Tol Terpanjang Trans Sumatera

Fithra menambahkan, bahwa konflik yang terjadi di Papua juga bisa jadi merupakan konsekuensi dari salah satunya penurunan geliat ekonomi Papua dalam dua kuartal terakhir. Dalam jangka panjang, konflik ini akan membuat ekonomi Papua semakin terpuruk. 

Sekedar informasi, capaian pembangunan jalan Trans Papua hanya tersisa 30 kilometer (km) dari total 3.259 km di seluruh Provinsi Papua. Masih ada sekitar 4 ribu unit jembatan yang harus dibangun termasuk gorong-gorong. 

Bentangan 30 km jalan Trans Papua yang belum tembus itu tersebar di wilayah perbatasan Nabire-Papua Barat sepanjang 8 kilometer, Enarotali-Wamena 18 kilometer, sedangkan sisanya 4 kilometer jalan yang menghubungkan Kenyam-Dekai. 

Pembangunan jalan di Papua terbagi tiga kategori yaitu jalan nasional, jalan Trans Papua, dan jalan paralel perbatasan Papua. Dari ketiga kategori jalan tersebut, pembangunan jalan Trans Papua menjadi prioritas pemerintahan Jokowi selama periode 2015-2019. [KPJ/NET]

Baca Juga : KPK Bertepuk Sebelah Tangan