Tingkatkan Pengawasan

Luhut Buru Kapal Pembuang Limbah Minyak Di Laut

Menko Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan
Klik untuk perbesar
Menko Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan

RMco.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah terus berusaha meningkatkan pengawasan di wilayah maritim dalam negeri.Khususnya pencegahan tumpahnya minyak ilegal di perairan Indonesia. Per 1 November, kapalkapal yang membuang limbah minyak di perairan Indonesia akan ditindak tegas. 

Kemarin, Menteri Koordinator bidang Kemaritiman (Menko Kemaritiman) Luhut Binsar Panjaitan memimpin rapat koordinasi dengan perwakilan Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), dan juga TNI Angkatan Laut (AL). 

“Koordinasi ini untuk membuat standard operating procedure (SOP) pengetatan pengawasan di wilayah maritim dalam negeri. Nantinya, SOP ini akan tertuang dalam satu aturan yakni Peraturan Menteri Koordinator bidang Kemaritiman (Permenko),” kata Dirjen Pengelolaan Ruang Laut Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Brahmantya Satyamurti Poerwadi di Kantor Menko Kemaritiman, Jakarta, kemarin. 

Berita Terkait : Pengawasan Industri Keuangan Di Bawah OJK Dinilai Stabil

Dilanjutkan Brahmantya Peraturan Menko Kemaritiman (Permenko) itu nantinya bakal menegaskan kembali aturan soal lego jangkar, pelacakan otomatis kapal hingga pengawasan kapal. 

KKP sendiri, lanjut dia, memiliki satelit yang nantinya bisa dikoordinasikan dengan satelit milik Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) dan TNI AL dalam pengawasan tersebut. 

Menurut Brahmantya, rencananya penerapan SOP ini akan dilakukan per 1 November 2019 mendatang. Sehingga dengan adanya aturan ini tidak ada lagi kasus tumpahan minyak yang terjadi di perairan dalam negeri. 

Baca Juga : Soal Upah Buruh, Ini Penjelasan Aice

“SOP-nya ada 5, sampai ke pengawasannya. KKP kan punya citra satelit digabung dengan TNI AL,” jelasnya. 

Ditambahkan Panglima Komando Armada I TNI AL Laksamana Muda TNI Yudo Margono, pihaknya sebenarnya telah menindak kapal-kapal asing yang melakukan lego jangkar di teritorial Indonesia. Soalnya, hal ini disinyalir jadi salah salah satu indikasi kapal membuang limbah minyak mereka ke perairan Indonesia. 

“Enam bulan yang lalu, 12 kapal sudah kita tangkap. Jadi kalau sudah enam bulan lalu, tidak mungkin (ada lagi) karena sekarang ini sudah saya bersihkan.,” katanya. 

Baca Juga : Airlangga Beri Kuliah Umum di Seskoal

Menurut Laksamana Muda Yudo, aksi kapal membuang limbah marak karena jasa pembersihan tanki minyak di kapal mahal karena diperlukan pengolahan lanjutan. [NOV]