Naik Motor 7 KM

Menhub Jajal Jadi Driver Ojol

Menteri Perhubungan,Budi Karya Sumadi (depan) mengendarai motor, konvoi dari Terminal Pulogebang dan finish di AEON Mall, Cakung, Jakarta Timur, Minggu (6/1).Jarak antar kedua tempat itu sekitar 7 kilo meter (Km).  BKS menunggangi motor dengan alat keselamatan lengkap, pake helm, jaket, dan sarung tangan. Ikut motoran dalam acara ini, Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Budi Setiyadi dan Kepala Badan Pengelolaan Transportasi Jabodetabek, Bambang Prihartono. (Foto: Indra Hardi/Rakyat Merdeka)
Klik untuk perbesar
Menteri Perhubungan,Budi Karya Sumadi (depan) mengendarai motor, konvoi dari Terminal Pulogebang dan finish di AEON Mall, Cakung, Jakarta Timur, Minggu (6/1).Jarak antar kedua tempat itu sekitar 7 kilo meter (Km).  BKS menunggangi motor dengan alat keselamatan lengkap, pake helm, jaket, dan sarung tangan. Ikut motoran dalam acara ini, Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Budi Setiyadi dan Kepala Badan Pengelolaan Transportasi Jabodetabek, Bambang Prihartono. (Foto: Indra Hardi/Rakyat Merdeka)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Menteri Perhubungan (Menhub), Budi Karya Sumadi, kemarin, mengisi waktu liburnya dengan konvoi berkendara sepeda motor bersama para driver Go-Jek.  Kegiatan ini dilakukannya untuk mengkampanyekan berkendaraan dengan aman (safety riding) sekaligus mencoba sensasi menjadi driver ojek online (Ojol). Sebab Kemenhub saat ini sedang membuat regulasi untuk layanan transportasi ojol. 

BKS sapaan akrab Budi Karya berangkat konvoi dari Terminal Pulogebang dan finish di AEON Mall, Cakung, Jakarta Timur. Jarak antar kedua tempat itu sekitar 7 kilo meter (Km).  BKS menunggangi motor dengan alat keselamatan lengkap, pake helm, jaket, dan sarung tangan. Ikut motoran dalam acara ini, Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Budi Setiyadi dan Kepala Badan Pengelolaan Transportasi Jabodetabek, Bambang Prihartono. 

Berita Terkait : Curhat Driver Ojol

Acara berlangsung seru. BKS tidak membatasi diri dengan para driver. Sampai di tujuan, Mantan Dirut Angkasa Pura II itu mendatangi area Go-food Festival di mal tersebut. Di sini, BKS mencicipi beberapa makanan antara lain tahu gejerot. 

BKS mengajak para driver ojol untuk memperhatikan faktor keselamatan dalam bekerja. “Saya naik motor menggunakan pakaian lengkap. Keselamatan penting,” kata BKS.  BKS menyampaikan, berdasarkan catatan pihaknya, mayoritas pengendara meninggal pada kecelakaan sepeda motor karena korban mengalami cidera kepala. Oleh karena itu mengenakan helm saat berkendara sangat penting sekali. Jangan berpikir hanya karena jarak pendek, kemudian mengabaikan faktor penunjang keselamatan. 

Berita Terkait : Menhub Bundling Pengelolaan 3 Bandara

Selain itu, BKS mengimbau agar kecepatan motor tidak melebihi 40 km per jam. Menurutnya, saat dirinya naik motor, dirinya merasa berkendara 10 sampai 30 meter masih kurang cepat. Dan, merasa ideal di 40 km per jam. “Kalau 50 km per jam terlalu tinggi. Makanya perlu dikurangi agar selamat. Sayangi nyawa,” kata BKS. 
 Selanjutnya