Perekonomian Terus Berkembang, BNI Mudahkan Transaksi Keuangan di Morotai

Menteri BUMN Rini M Soemarno (kedua kanan) dan Bupati Morotai Benny Laos (kanan) mengamati proses pemotongan ikan tuna di Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu (SKPT) di Morotai, Malutu Utara pada Rabu (9/10). (Foto: Humas BNI).
Klik untuk perbesar
Menteri BUMN Rini M Soemarno (kedua kanan) dan Bupati Morotai Benny Laos (kanan) mengamati proses pemotongan ikan tuna di Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu (SKPT) di Morotai, Malutu Utara pada Rabu (9/10). (Foto: Humas BNI).

 Sebelumnya 
BNI Morotai juga mendapatkan kepercayaan untuk menggarap program pemerintah, kartu Morotai Sejahtera yang mendistribusikan bantuan dari pemerintah daerah kepada warga kurang mampu.

"Sampai saat ini, jumlah rekening yang ditujukan untuk lansia, janda cerai mati, disabilitas dan anak yatim telah mencapai 4.005 rekening. Untuk memperluas layanan BNI, BNI telah memiliki 32 Agen46 yang tersebar di Pulau Morotai," ujar Meiliana.

Tersebarnya Agen46 di Pulau Morotai menjadikan pembukaan rekening BNI, tarik/setor tunai, transfer, transaksi uang elektronik serta berbagai layanan pembayaran seperti pembelian pulsa, pembayaran listrik, hingga BPJS tidak lagi tersentralisasi di KC BNI Morotai.

Per Agustus 2019, BNI telah memiliki sebanyak 128.431 Agen46 yang tersebar di seluruh Indonesia yang siap melayani kebutuhan layanan perbankan nasabah.

Berita Terkait : Pengawasan Industri Keuangan Di Bawah OJK Dinilai Stabil

Bupati Morotai Benny Laos mengatakan "Saya mengapresiasi BNI hadir di Morotai yang menggandeng masyarakat untuk menjadi Agen46, mendistribusikan kartu Morotai Sejahtera, serta menyalurkan kredit usaha. Saya berharap BNI akan terus berkontribusi dalam pertumbuhan ekonomi di Morotai.”

Penampung Lobster

Per Agustus 2019, BNI telah menyalurkan kredit UMKM sebesar Rp 73,9 Triliun kepada 260 ribu debitur.

Hadirnya BNI KC Morotai pada 2016 lalu turut menggenjot penyaluran kredit BNI.

Berita Terkait : Kereta Api Jadi Alat Transportasi Yang Diminati Saat Nataru

Reagen Sumampouw (32 tahun) adalah salah satu debitur BNI yang memiliki lahan bisnis di berbagai sektor, mulai dari penampungan lobster hingga toko listrik di Morotai.

"(Menjadi debitur BNI) sudah sekitar 3 tahun. Syukurlah setiap bulannya pembayaran saya ke BNI lancar," ungkapnya.

Khusus untuk usaha penangkaran lobster bernama Moro Karya yang dikelolanya, setiap hari Reagen harus menyediakan modal yang cukup besar.

Biaya tak murah itu harus dipersiapkannya guna mengirim lobster pada pihak eksportir yang ada di Jakarta.

Baca Juga : Sosialisasi Empat Pilar MPR di Gorontalo, Fadel Cerita Usulan Amandemen UUD 1945

"Penangkaran lobster harus ada modal yang cukup besar tiap hari. Buat pembelian," jelas dia.

Sebelum menjadi debitur BNI, Reagen mengaku masih bergantung pada modal pribadi dan belum pernah menjadi debitur di bank lainnya.

Pasca menjadi debitur BNI, ia merasa segala kegiatan usahanya menjadi lebih lancar.

Reagen berharap agar BNI semakin maju dan tetap memberikan dukungan dalam bentuk pembiayaan baginya. [SRI]