AS dan Uni Emirat Arab Mulai Garap Proyek

Luhut: Penusukan Wiranto Tak Mengguncang Ekonomi

Menko Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan
Klik untuk perbesar
Menko Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan

RMco.id  Rakyat Merdeka - Aksi teror penusukan Wiranto di Banten, tidak pengaruhi ekonomi Indonesia, khususnya investasi.

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengatakan, meski sentimen keamanan menjadi salah satu faktor yang berpengaruh dalam iklim investasi, namun insiden penusukan Menkopolhukam Wiranto, tidak berdampak negatif ke ekonomi Indonesia. 

“Saat ini kondisi ekonomi lebih sensitif terhadap sentimen misalnya investasi, saham dan nilai tukar,” kata Sri Mulyani, di Pantai Tanjung Pasir, Banten, kemarin. 

Senada dengan Menteri Ani, Menko Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan juga memastikan peristiwa penusukan Wiranto tak akan mengguncang keamanan dan ekonomi Indonesia. 

Baca Juga : Airlangga Beri Kuliah Umum di Seskoal

Luhut juga meminta masyarakat Indonesia tidak membangun opini yang menakutkan soal penyerangan ini. 

Dikatakan Luhut, saat ini Indonesia makin dilirik oleh investor asing. Yang terbaru, ¬Indonesia akan mendapatkan dana investasi senilai 100 juta dolar AS atau sekitar Rp 1,4 triliun dari lembaga keuangan pembangunan Pemerintah Amerika Serikat atau Overseas Private ¬Investment Corporation (OPIC). 

Dikatakan Luhut, dirinya telah bertemu langsung dengan penasihat senior Presiden AS Donald Trump, Jared Corey Kushner, dalam kunjungannya ke Negeri Abang Sam awal Oktober lalu. 

“Dalam pertemuan itu, Kushner serius akan investasi ke Indonesia. Mereka akan mulai dengan 100 juta dolar AS,” kata Luhut. 

Baca Juga : Sejumlah Wilayah Di Indonesia Rentan Rawan Pangan

Ia menambahkan, AS tengah melirik tiga proyek pembangunan yang sedang digeber pemerintah Indonesia. Di antaranya, proyek transportasi, hilirisasi, dan infrastruktur. 

Dalam proyek bersama yang disepakati nanti, AS akan menempatkan Indonesia sebagai mitra strategis. Sebagai langkah awal kerja sama, AS akan mengirimkan perwakilannya ke Indonesia untuk melakukan survei lapangan. 

“Pada 21 Oktober nanti, mereka akan ke Indonesia untuk melihat langsung proyek-proyek infrastruktur, transportasi, dan hilirisasi yang sedang dikerjakan,” tegas Luhut. 

Tidak hanya dari AS, deretan investor dari Uni Emirat Arab (UEA) juga bakal masuk ke Indonesia bulan ini. 

Baca Juga : Di Rapat Paripurna Istimewa DPRD, Walkot Tangerang Paparkan Capaian dan Evaluasi Kerja

Luhut menyebut, investasi tersebut merupakan tindak lanjut pertemuan Presiden Jokowi dengan Putra Mahkota Abu Dhabi Sheikh Mohamed Bin Zayed Al Nahyan, dan juga kunjungannya ke UEA beberapa waktu lalu. 

Adapun investasi yang bakal diteken oleh UEA di Indonesia yang pertama, investasi lahan pertanian di Kalimantan Tengah seluas 100 hektare. Luhut mengatakan, 12 Oktober nanti, UEA akan mengirim timnya untuk menindaklanjuti kesepakatan tersebut. 

“Jadi besok tim pertanian UEA akan melihat kedua kali lahan yang ada di Kalimantan Tengah. Mereka sudah melakukan riset pohon apa yang bisa ditanam di sana,” terang Luhut. 

Selain pertanian, RI dan UEA juga kerja sama di bidang pertahanan. Tanggal 23 Oktober nanti pihak UEA akan menyelesaikan transaksi pembelian kapal pendarat tank (LST) dari Indonesia.[NOV]