RMco.id  Rakyat Merdeka - PT Sarinah (Persero) ikut meramaikan ajang Trade Expo Indonesia di ICE, BSD Tangerang Selatan hingga 20 Oktober 2019. Kali ini, perusahaan pelat merah tersebut meluncurkan merek teranyar untuk furnitur yaitu Sarinah Home.

Direktur Perdagangan dan Properti PT Sarinah, Indyruwani Asikin menjelaskan, Sarinah Home merupakan merek baru yang difokuskan untuk penjualan furnitur berbahan rotan dan kayu.

"Jika dahulu Sarinah hanya menjual produk kali ini Sarinah menjadi pengrajin sekaligus penjual furnitur. Sarinah Home mempekerjakan para pengrajin dari daerah," ujar Indy kepada Rakyat Merdeka, Kamis (17/10).

Gudang produksi furnitur dan rotan ini berada di Cirebon. Untuk pasokan bahan baku rotan didapat dari Kendari. Rotan yang kualitasnya teruji saat ini baru dari Kendari.

Berita Terkait : Mentan Dipuji dan Diketawain

"Sekarang masih Kendari tapi kami mau melihat dulu rotan asal Aceh. Nanti kami coba kalau bagus maka kita gunakan juga dari Aceh," katanya.

Selama 10 tahun menjual produk rotan, pasar terbesar justru dari luar negeri bukan domestik. Ada memang konsumen dalam negeri namun mereka membeli hanya satu atau dua item.

Dia berharap, BUMN bisa memanfaatkan produk furnitur buatannya. Terutama BUMN yang bergerak di bidang pariwisata dan perhotelan.

"Sebetulnya kita juga pengin menembus pasar domestik. Kami pengin produk furnitur kami juga bisa dipakai oleh hotel-hotel BUMN," harapnya.

Baca Juga : Rusak Lingkungan, KAMI Minta Anies Batalkan Reklamasi Ancol

Jika banyak perusahaan BUMN khususnya di bidang pariwisata dan perhotelan yang membeli produk furnitur Sarinah, maka hal itu akan membantu angka cash flow Sarinah. "Idealnya seperti itu," imbuhnya.

Di sisi lain dia juga mengatakan, konsentrasi Sarinah adalah untuk memasarkan produk furnitur ke pasar luar negeri khususnya negara-negara di Eropa. Produk yang dijual memiliki model yang kekinian, kualitas teruji serta harga yang bervariasi.

"Saat ini fokus kami itu diminta untuk ekspor maka kami lebih mengutamakan pembeli dari luar negeri," kata Indy.

Produk rotan Sarinah umumnya dibuat untuk musim panas. Contoh produk yang laris adalah kursi santai. Ada banyak jenis kursi santai yang diminati pembeli dari luar khususnya untuk kursi yang mereka namakan Papas dan Mama. Rotan tersebut diklaim tahan dalam segala cuaca.

Baca Juga : Ridwan Kamil Resmikan Masjid Al-Jabar Majalengka

"Harga perunitnya seperti model Papas Mama kami jual sekitar Rp 1.040.000," katanya.

Sepanjang tahun 2018 nilai ekspor produk rotan Sarinah itu lebih dari Rp 3 miliar. Produk rotan Sarinah kebanyakan untuk menengah ke atas, belum lama ini produk rotan juga diminati oleh Skandinavia.

Konsumen produk furnitur berbahan rotan buatan Sarinah kebanyakan masih dari negara Jerman. Pada pameran ini Sarinah tidak mematok target khusus.

Banyak peserta mengikuti pameran Trade Expo sekedar untuk memamerkan, mengenalkan, serta memperluas produknya ke pengunjung yang tidak hanya dari Indonesia tapi mancanegara. [JAR]