Hari Pertama Dikenalkan, Calon Menteri Baru Jokowi Bikin Rupiah Dan IHSG Bersinar

Sejumlah calon menteri Jokowi jilid dua dipanggil ke Istana, senin (21/10).
Klik untuk perbesar
Sejumlah calon menteri Jokowi jilid dua dipanggil ke Istana, senin (21/10).

RMco.id  Rakyat Merdeka - Kemarin, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) makin perkasa di perdagangan pasar. Begitu juga dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Disinyalir moncernya rupiah dan IHSG dipengaruhi perkenalan awal terhadap para calon menteri di pemerintahan Presiden Jokowi jilid II. 

Rupiah tercatat ditutup menguat di perdagangan Rp 14.073. Sementara, IHSG pun demikian. Pada pembukaan perdagangan, indeks saham acuan di Indonesia tersebut, menguat 0,26 persen ke level 6.207,89. 

Per akhir sesi satu, apresiasi IHSG adalah sebesar 0,12 persen ke level 6.199,51 sebelum ditutup menguat 0,11 persen ke level 6.198,99. 

Berita Terkait : Tinjau Calon Ibu Kota Baru, Jokowi Hujan-hujanan

Mengutip Bloom berg, mayoritas mata uang Asia menguat terhadap dolar AS. Rupiah memimpin penguatan terhadap dolar AS di ASEAN atau kedua di antara mata uang Asia, setelah won Korea yang melesat 0,8 persen terhadap dolar AS. Adapun peso Filipina menguat 0,47 persen, dolar Singapura 0,23 persen, ringgit Malaysia 0,11 persen, dong Vietnam 0,01 persen, dan riel Kamboja 0,33 persen. 

Kemudian yuan menguat 0,12 persen, ringgit India 0,03 persen, dolar Hong Kong 0,01 persen, dan dolar Taiwan 0,08 persen. Sementara baht Thailand dan kyat Myanmar masing-masing melemah 0,05 persen dan 0,03 persen, kemudian yen Jepang turun 0,11 persen. 

Analis Samuel Sekuritas Suria Dharma mengatakan, pasar menyambut baik pemanggilan sejumlah calon menteri ke Istana Negara. 

Menurutnya, pasar mengapresiasi lineup kabinet Jokowi periode kedua. Sejumlah nama papan atas sudah menyambangi Istana untuk berdialog dan diminta membantu Jokowi selama lima tahun ke depan. 

Berita Terkait : Besok Menteri BKS Temani Jokowi Tinjau Pelabuhan Patimban

Beberapa di antaranya adalah Mahfud MD, Nadiem Makarim, Erick Thohir, Wishnutama, Ketum Gerindra Prabowo Subianto dan Ketum Golkar Airlangga Hartarto. 

“Tentu posisinya harus tepat, karena familiar saja tidak cukup,” kata Suria di Jakarta kemarin. 

Suria menilai, kini pelaku pasar fokus pada susunan menteri dalam pemerintahan Jokowi selanjutnya. Jika itu memang dikehendaki pasar dan para pelaku investor, otomatis dampak positif akan terasa. 

Ekonom Indef Bhima Yudhistira menilai, saat ini ada beberapa faktor yang menjadi pertimbangan para investor asing dalam menentukan investasinya di Indonesia. 

Baca Juga : Tekan Kemacetan, Jasa Marga Berlakukan Contraflow Di Tol Japek

“Tekanan global yang masih besar juga ikut berpenga ruh ke fluktuasi kurs rupiah,” ujarnya. 

Menurut Bhima, saat ini para investor asing lebih memilih menunggu momen Presiden Jokowi mengumumkan susunan kabinetnya, khususnya yang masuk dalam tim ekonomi. 
Para investor asing menilai nama yang akan masuk sebagai tim ekonomi Jokowi-Ma’ruf Amin lebih menentukan karena akan menjadi pembuka peluang investasi melalui kebijakan strategis dan teknis. 

“Diperkirakan investor, khususnya asing, masih akan ada aksi wait and see menunggu presiden umumkan kabinetnya,” jelasnya. 

Bhima menilai, Jokowi Effect tidak terlalu memiliki pengaruh besar lagi dalam menarik minat para investor asing pada era pemerintahan Jokowi pada yang kedua ini. [KPJ]