John Riady: Tim Ekonomi Kabinet Baru Bisa Lakukan Terobosan

Presiden Jokowi dan Wapres Maruf Amin berfoto bareng dengan anggota Kabinet Indonesia Maju, usai pelantikan, di tangga Istana Merdeka, Rabu (23/10). (Foto: Randy Try Kurniawan/RM)
Klik untuk perbesar
Presiden Jokowi dan Wapres Maruf Amin berfoto bareng dengan anggota Kabinet Indonesia Maju, usai pelantikan, di tangga Istana Merdeka, Rabu (23/10). (Foto: Randy Try Kurniawan/RM)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Pengumuman anggota Kabinet Indonesia Maju yang dilakukan Presiden Jokowi disambut positif kalangan usaha. Mereka optimistis, tim ekonomi kabinet baru dapat melakukan terobosan untuk mendorong peningkatan iklim usaha.

“Tim ekonomi di kabinet baru tampaknya solid. Saya percaya para menteri terpilih mampu lakukan terobosan positif bagi dunia usaha,” kata CEO Lippo Karawaci Tbk (LPKR), John Riady, Rabu (23/10).

Dia menambahkan, kinerja ekonomi di periode pertama Presiden Jokowi patut diapresiasi. Upaya pemerataan melalui pembangunan infrastruktur yang sudah tercapai. Pembangunan ini akan berimplikasi pada terbukanya peluang ekonomi di berbagai wilayah serta peningkatan kesejahteraan masyarakat di pelosok nusantara. 

Berita Terkait : Duh, Minat Baca Rakyat Indonesia Masih Rendah

“Kami yakin, momentum yang sudah tercipta di periode pertama akan lanjut dan terus berkembang.. Hal ini akan memberikan kepastian kebijakan bagi kalangan bisnis. Selanjutnya, diharapkan para menteri baru dapat mulai membangun rencana penguatan daya saing Indonesia. Termasuk melalui pembangunan SDM, di jangka menengah dan panjang,” ujar John.

Komunikasi, tambahnya, juga menjadi penting. Agar setiap dunia usaha dapat mendukung visi dan kebijakan yang dirumuskan pemerintah. Selain itu, kegiatan dialog secara rutin untuk membicarakan perkembangan ekonomi terkini perlu dilakukan guna memperkuat koordinasi pemerintah dan dunia usaha. 

John mengajak semua pihak untuk semakin optimis menatap masa depan perekonomian Indonesia. Menurutnya, pihak swasta harus mendukung dan mengambil peran untuk bersama-sama menggerakkan roda ekonomi dengan terus mengoptimalkan semua potensi sumber daya ekonomi yang ada di dalam negeri. 

Baca Juga : Komisi VII DPR Akan Cari Jalan Keluar Masalah Larangan Ekspor Nikel

“Kami optimis dan siap mengambil bagian agar ekonomi nasional bisa tetap terjaga dan bahkan terus tumbuh. Kalangan usaha siap membantu kabinet baru dalam mewujudkan hal ini,” ucap John.

Ekonom CORE, Piter Abdullah, menambahkan, tim ekonomi dituntut untuk mampu menggerakkan ekonomi hingga tumbuh sebesar 7 persen. Sehingga dunia bisnis dapat berlari lebih kencang. 

Dalam hal ini, Menko Perekonomian memiliki peran yang sangat penting. Menko Perekonomian ibarat manajer dalam tim sepak bola, yang harus menetapkan strategi bagaimana menghadapi tim lawan (pelambatan ekonomi dunia). Berdasarkan strategi tersebut, Menko bisa mengkoordinasikan menteri-menteri di bawahnya.

Baca Juga : Wamen PUPR Keluhkan Pembangunan Di Daerah Lambat

Untuk Menkeu, posisinya sebagai kapten tim. Menkeu memimpin tim menteri-menteri mengimplementasikan strategi yang sudah ditetapkan Menko. Menkeu punya instrumen besar dalam menghadapi perlambatan ekonomi global yaitu APBN. Dengan APBN, Menkeu bisa mengambil kebijakan yang tepat di tengah kondisi resesi atau perlambatan ekonomi yaitu ekspansi fiskal.

"Dua posisi menteri ini sangat strategis. Penunjukan nama Menko Perekonomian dan nama Menkeu adalah keputusan yang tepat. Mereka memiliki wibawa kepemimpinan untuk mengkoordinasikan atau memimpin menteri-menteri lainnya," tegas Piter. [USU]