Gurihnya Bisnis Kosmetik Lokal

Langkah Mudah Milenial Punya Usaha, Yuk Manfaatkan Jasa Maklon

Komisaris Utama PT ADEV Natural Indonesia, Eriza Hambali (Foto: Merry Apriyani)
Klik untuk perbesar
Komisaris Utama PT ADEV Natural Indonesia, Eriza Hambali (Foto: Merry Apriyani)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Sejak beberapa tahun belakangan, dunia kecantikan begitu menggairahkan, khususnya di pasar lokal. Baik pembeli maupun penjual kosmetik pada akhirnya menciptakan cerug usaha yang bisa dikatakan tidak kecil.

Menurut data Kemenperin, pada 2018 pertumbuhan industri kosmetik di Indonesia naik 15 persen dari tahun sebelumnya, kemudian meningkat lagi sebanyak 9 persen menjadi 29 persen di 2019. Peningkatan ini bisa dikatakan ikut dipengaruhi kemudahan para pelaku usaha dalam memproduksi kosmetik. Baik membuat sendiri atau yang difasilitasi oleh perusahaan jasa maklon.

Berdasarkan keputusan Direktorat Jenderal Pajak, perusahaan maklon merupakan industri jasa yang memproduksi suatu barang. Yang sebagian atau seluruh proses pengerjaannya dilakukan oleh pihak penerima jasa dan kepemilikan atas barang jadi berada pada pengguna jasa. Ada beberapa kemudahan dalam memproduksi kosmetik melalui perusahaan jasa maklon, di antaranya tidak perlu membangun pabrik sendiri serta memperoleh efisiensi dalam perihal biaya produksi.

"Melihat peluang industri kosmetik yang cukup besar, pasti tidak sedikit masyarakat yang tertarik. PT ADEV Natural Indonesia perusahaan jasa maklon, mendukung yang ingin memulai bisnis kosmetik dengan merek sendiri, termasuk kalangan milenial," ujar Komisaris Utama PT ADEV Natural Indonesia, Eriza Hambali, saat temu media di Bogor, Jawa Barat, Sabtu (26/10).

Baca Juga : Distop Dua Minggu, Erick Minta KCIC Evaluasi Proyek Kereta Cepat

Menurut Eriza saat ini pengguna kosmetik dan kecantikan terbesar adalah kaum milenial. Melihat antusiasme itu, dia mengajak lebih banyak lagi kaum milenial mulai berwirausaha. Hal tersebut terlihat dari rentang usia pelaku usaha yang memakai jasa maklon ADEV dimulai dari usia SMA sudah memiliki merek sendiri.

"Dalam mengawali usaha dengan memanfaatkan jasa maklon di ADEV tak terlalu membutuhkan biaya besar. Minimal Rp 20 juta bisa digunakan sebagai awal modal usaha," kata Eriza, menambahkan.

Angka itu sepadan dengan amunisi memulai sebuah bisnis. Yakni mulai dari proses pengembangan formula, proses produksi, desain kemasan, pengurusan kelegalitasan hingga pengiriman barang kepada konsumen. Perusahaan maklon kosmetik yang berdiri sejak 15 Januari 2007 itu kini sudah melayani lebih dari 3.000 ribu merek kosmetik. Mengusung konsep "Back to Nature" membuat seluruh produk dengan keamanan dan legalitas yang terjamin.

Maka kaum milenial dapat memulai bisnis kosmetik dengan memiliki produk yang sedang booming. Mulai dari perawatan dan kecantikan dari kepala hingga kaki. Mungkin kisah berikut ini bisa membangkitkan keinginan untuk memiliki usaha sendiri. Kisah sukses dengan memanfaatkan jasa maklon itu datang dari Raja Prima Ganda Lubis, bersama dua orang temannya menjalankan bisnis produk perawatan khusus pria dengan merek Cloris Men.

Baca Juga : Wujudkan Komitmen, Gojek Investasi pada Berbagai Aspek Keamanan dan Keselamatan

Usaha itu didirikan pada Desember 2016 dan memiliki produk unggulan yakni sabun batang dan lotion tubuh. "Di pasar digital saat ini produk kecantikan perempuan banyak. Kalau prianya belum ada yang pegang," jelas Raja.

"Kalau bicara pasar konvensional kita bisa sebut merek eksisting yang besar itu. Tapi digital, kita belum bisa menyebut siapa yang menguasai kan. Dari situ kami berpikir untuk menciptakan peluang tersebut dengan menjual produk perawatan pria via online," sambungnya.

Usaha Raja cs terbilang berhasil. Kala itu mereka mulai mengeluarkan modal kurang lebih Rp 50 juta. Satu bulan pertama menjual produknya, Raja mengaku bukan hanya balik modal tapi sudah mendapat untung. Bahkan dua tahun terakhir, produknya mendapat penghargaan sebagai salah satu dari 10 produk terbaik versi marketplace.

Usaha yang memiliki workshop di bilangan di Cibubur, sudah memiliki 40 karyawan. Dalam setiap bulan penjualannya selalu meningkat. "Yah, istilahnya bisa buat beli satu rumah lah, angkanya dalam satu bulan," kata Raja tak mendetil, dan enggan menyebut angka pasti pendapatannya.

Baca Juga : Tekan Impor Cangkul, Kemenkop Gelar Pelatihan Di Sukabumi

Saat ini fokus bisnis Raja cs memang untuk menyediakan produk perawatan pria. Selain dua produk yang sudah dipasarkan, dalam waktu dekat dia akan membuat produk lain yang dibutuhkan pria dalam merawat penampilan. [MER]