Tinjau Pembangunan Huntap Di Palu

Jokowi: Jangan Sampai Korban Gempa Menunggu Lama

Jokowi bersama menteri Kabinet Indonesia Maju meninjau pembangunan hunian tetap (huntap) untuk korban gempa, tsunami di Kota Palu, Sulawesi Tengah, Selasa (29/10) siang.
Klik untuk perbesar
Jokowi bersama menteri Kabinet Indonesia Maju meninjau pembangunan hunian tetap (huntap) untuk korban gempa, tsunami di Kota Palu, Sulawesi Tengah, Selasa (29/10) siang.

RMco.id  Rakyat Merdeka - Setelah dari Ambon, Jokowi langsung tancap gas meninjau pembangunan hunian tetap (huntap) untuk korban gempa, tsunami di Kota Palu, Sulawesi Tengah, Selasa (29/10) siang.

Jokowi bersama Ibu negara Iriana Jokowi tiba di lokasi pukul 11.40 WIB di Kelurahan Duyu, Kota Palu Sulteng. 

Turut hadir, Menteri PUPR Basuki Hadimuldjono, Menhub Budi Karya, Mensos Juliari Batubara, Kepala BNPB Doni Munardo, dan Jubir Presiden Fadjroel Rachman.

Di sana, Jokowi langsung melihat progres pembangunan huntap yang dibangun Kementerian PUPR di Kelurahan Duyu.  Bantuan rumah tetap ini diharapkan, bisa segera ditempati oleh korban gempa di Palu.

Berita Terkait : Balitbangtan Tentukan Flagship Penelitian Pangan

Hal ini disampaikan Jokowi saat meninjau rumah tetap korban gempa di Duyu. Jokowi mengatakan, pelaksanaan pembangunan huntap akan dimulai pada awal Januari 2020.

Sedangkan target pembangunan hunian sampai akhir 2020, semua sudah selesai.

"Di sini kita akan bangun sebanyak 11 ribuan unit huntap untuk korban gempa di Palu. Pekerjaan ini sangat berat dan tidaklah mudah. Butuh waktu lama untuk melakukan relokasi warga. Kita harapkan pertengahan tahun sampai akhir tahun 2020 bisa diselasaikan semua," kata Jokowi.

Untuk masalah lahan, Presiden mengatakan, bahwa lahan yang dipakai untuk pembangunan huntap sudah tidak ada masalah. Semua lahan sudah bisa dipakai untuk membangun huntap buat korban terdampak gempa.

Berita Terkait : Semarak Penanaman di Pati, Kementan Pastikan Pasokan Bawang Merah Aman

Sekarang ini, kata Jokowi PUPR tinggal menunggu proses pelelangan hunian, yang akan dilakukan pada Desember nanti.

'Barusan saya tanyakan ke Pak Gubernur Sulteng Longki Janggulan. Saya juga sudah telepon Pak Menteri ATR Sofyan Djalil tadi, untuk menanyakan masalah lahan. Beliau bilang semua lahan yang akan dipakai sudah tidak ada masalah lagi,," kata Jokowi.

Jokowi pun berharap pembangunan huntap bisa secepatnya dibangun. Ia tidak ingin masyarakat yang terdampak gempa menunggu terlalu lama. 

"Kita berharap pembangunan sudah bisa dimulai pada awal Januari. Seperti di Kelurahan Duyu ini akan dibangun 450 unit. Lalu, di Sigi ada 1500 unit, tapi yang sudah proses lelang sebanyak 500 unit," jelasnya.

Berita Terkait : Kementan Investigasi Kasus Anthraks di Gunung Kidul

Selain ke Duyu, Jokowi juga melakukan kunjungan ke Kelurahan Tondo, untuk melihat progres pembangunan rumah bantuan gempa yang dibangun oleh Relawan Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia.

Yayasan Buddha bersama Sinar Mas dan Indofood ikut membantu membangun hunian instan dan hunian aman (Ridha) untuk korban gempa Palu.

Karena itu, Presiden berharap pembangunan rumah bantuan untuk korban gempa Palu, bisa secepatnya diselesaikan semua. "Bantuan rumah ini harus secepat diselesaikan supaya masyarakat korban gempa bisa segera menempati rumah tersebut,," ujarnya. (FIK)