Pimpin Bulog, Buwas Sukses Lahirkan Inovasi Produk Murah Untuk Masyarakat

Dirut Bulog Budi Waseso (kiri) di acara ngobrol pagi (ngopi) seputar BUMN. (Dok : Humas Bulog)
Klik untuk perbesar
Dirut Bulog Budi Waseso (kiri) di acara ngobrol pagi (ngopi) seputar BUMN. (Dok : Humas Bulog)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Di era kepemimpinan Budi Waseso, Bulog sering melahirkan inovasi. Inovasi yang dicetuskan antara lain dengan meluncurkan berbagai kemasan produk beras dengan harga terjangkau untuk masyarakat.

Buwas sapaan akrab Budi Waseso yang menjabat sebagai Direktur Utama Perum Bulog ini mengatakan, inovasi yang dilakukan merupakan salah satu strategi.

Dia bilang, dibutuhkan inovasi untuk menjalankan amanah dalam upaya menstabilkan harga pangan. Berbagai inovasi sudah berhasil diciptakan Budi Waseso selama 1,5 tahun kepemimpinannya.

Salah satu inovasi yang dikenal publik antara lain dengan merilis beras fortifikasi. Beras fortifikasi yaitu beras sehat yang telah diperkaya dengan vitamin dan mineral yang terdiri dari vitamin A, vitamin B1, vitamin B3, vitamin B6, vitamin B9 (Asam Folat), vitamin B12, Zat Besi (Iron), dan Zink.

"Beras fortifikasi merupakan wujud nyata Bulog dalam intervensi gizi sensitif untuk percepatan pencegahan stunting," terang Buwas.

Baca Juga : KBRI Dukung Pameran Hannover Messe 2020 di Paris

Adapun pelaksanaan penyediaan beras berfortifikasi ini bekerjasama dengan salah satu perusahaan penyedia kernel fortifikan.

Di satu sisi, Peraturan Presiden Nomor 48 Tahun 2016, tentang Penugasan Pemerintah kepada Perum Bulog dalam Rangka Ketahanan Pangan Nasional, mengamanahkan agar Bulog menjaga Cadangan Beras Pemerintah (CBP).

Amanah itu juga menugaskan Bulog untuk menyalurkan beras kepada masyarakat berpendapatan rendah. Atas penugasan tersebut, penyediaan dan penyaluran beras fortifikasi kepada masyarakat berpendapatan rendah diharapkan dapat semakin berdaya ungkit untuk percepatan perbaikan gizi masyarakat.

Apalagi kata dia, mengingat beras merupakan makanan pokok masyarakat Indonesia, sehingga vitamin dan mineral yang ditambahkan juga lebih bisa dipastikan terasup. Buwas mengatakan, beras tersebut nantinya bisa disalurkan untuk masyarakat miskin yang mendapat Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).

“Beras terfortifikasi ini nanti bisa kita salurkan untuk masyarakat penerima BPNT. Dengan demikian kita ingin tidak ada yang bisa mencederai Bulog dengan mengatakan beras kita jelek dan berkutu,” kata Buwas.

Baca Juga : Terpilih Jadi PM Malaysia ke-8, Muhyiddin Sujud Syukur di Rumahnya

Buwas mengatakan, untuk inovasi varian produk beras, pihaknya bakal meluncurkan 50 produk beras yang akan disalurkan secara komersial ke masyarakat.

"Minimal ada 50 produk komersial beras BULOG yang kita luncurkan. Kita pasarkan ke ritel-ritel," ujarnya.

Menurut Buwas, Penjualan beras secara komersial dengan berbagai varian produk ini, salah satunya karena kualitas produk beras Bulog mengalami peningkatan kualitas.

"Sebagian beras Bulog juga sudah disalurkan secara komersil. Kita sudah memasarkan ke ritel-ritel tapi dengan sistem online," ucapnya.

Dengan inovasi-inovasi yang sudah dilakukan tersebut, Bulog diharapkan mampu menyediakan pangan pokok berkualitas dengan harga terjangkau untuk seluruh masyarakat Indonesia.

Baca Juga : Virus Corona Gentayangan Di Mana-mana, AS Tunda Pertemuan Dengan Para Pemimpin ASEAN

"Dengan ini kita ingin melaksanakan tugas yang diemban yaitu untuk menstabilkan harga pangan pokok," katanya.

Inovasi selanjutnya yaitu Bulog merambah bisnis digital (e-commerce) untuk mendukung penjualan bahan pokoknya hingga ke tangan konsumen. Pihaknya juga telah melakukan Soft Launching aplikasi transaksi dengan nama Panganandotcom. [JAR]