Wujudkan Konektivitas Udara

AP I Terus Kembangkan Bandara Di Wilayah Tengah Dan Timur Indonesia

Hingga 20 Oktober 2019, progress proyek pengembangan Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin yang masuk dalam proyek strategis nasional (PSN) sudah mencapai 93,6 persen. Ditargetkan dapat mulai dioperasikan dan diresmikan pada akhir 2019. (Dok : Humas Angkasa Pura I)
Klik untuk perbesar
Hingga 20 Oktober 2019, progress proyek pengembangan Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin yang masuk dalam proyek strategis nasional (PSN) sudah mencapai 93,6 persen. Ditargetkan dapat mulai dioperasikan dan diresmikan pada akhir 2019. (Dok : Humas Angkasa Pura I)

RMco.id  Rakyat Merdeka - PT Angkasa Pura I (Persero) tengah mengembangkan beberapa bandaranya untuk mendukung komitmen Pemerintah dalam mewujudkan konektivitas udara di wilayah tengah dan timur Indonesia. 

Adapun beberapa bandara tersebut yaitu Bandara Internasional Yogyakarta (YIA) di Kulon Progo, Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin, Bandara Lombok Praya, dan Bandara Sultan Hasanuddin Makassar. 

Direktur Utama PT Angkasa Pura I (Persero) Faik Fahmi mengungkapkan, pada pidato pelantikan Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia periode 2019-2024 di Gedung DPR/MPR pada 20 Oktober lalu, Presiden Joko Widodo menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur masih menjadi fokus kerja Pemerintah selama lima tahun ke depan. 

Infrastruktur menjadi hal penting untuk menghubungkan kawasan produksi dengan kawasan distribusi yang mempermudah akses ke kawasan pariwisata, sehingga dapat mendongkrak pembukaan lapangan pekerjaan baru, yang pada akhirnya, dapat mengakselerasi nilai tambah perekonomian rakyat. 

Berita Terkait : Angkasa Pura I Gembleng SDM Terlatih Dan Mampu Bersaing Di Kelas Dunia

“Seiring dengan fokus Pemerintah pada pengembangan infrastruktur transportasi tersebut, Angkasa Pura I juga terus mendorong pengembangan beberapa bandaranya di wilayah tengah dan timur Indonesia,” tutur Faik Fahmu dalam keterangan pers kepada RMco, Senin (4/11/2019).

Kebut Proyek Strategis

Hingga 20 Oktober 2019, progress proyek pengembangan Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin yang masuk dalam proyek strategis nasional (PSN) sudah mencapai 93,6 persen. Ditargetkan dapat mulai dioperasikan dan diresmikan pada akhir 2019. 

Dengan adanya terminal baru ini akan menambah kapasitas terminal penumpang menjadi 7 juta penumpang per tahun, lebih besar hampir 5 kali lipat dari kapasitas terminal lama yang hanya dapat menampung 1,5 juta penumpang per tahun. 

Berita Terkait : Perluas Konektivitas Antar-Daerah, Citilink Terbangi Rute Denpasar-Timika

"Pada 2018 lalu, Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin melayani 3,9 juta penumpang, naik 7,1 persen dibanding trafik penumpang pada 2017," tutur Faik. 

Dijelaskan, Proyek pengembangan Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin yang menelan dana sekitar Rp 2 triliun ini terdiri pembangunan terminal baru, perluasan apron, dan perluasan terminal kargo. 

Setelah selesai 100 persen, luas terminal penumpang bertambah menjadi 77.569 meter persegi (kapasitas 7 juta penumpang per tahun) dari 9.043 meter persegi (kapasitas 1,6 juta penumpang per tahun). 

Sementara luas apron bertambah menjadi 129.812 meter persegi yang dapat menampung 16 pesawat narrow body dari 80.412 meter persegi yang hanya dapat menampung 8 pesawat _narrow body_. 

Baca Juga : SaladStop! Ajak Masyarakat Cermat Demi Pelestarian Lingkungan

Sedangkan perluasan terminal kargo tahap 1 nantinya akan dapat menampung 44.000 ton per tahun dari 22.297 ton per tahun. Dengan desain terminal seperti perahu jukung dan atap terminal yang menyerupai intan, bandara ini akan menjadi ikon kebanggaan baru bagi Kalimantan Selatan.
 Selanjutnya