Pertumbuhan Ekonomi Cuma 5,02 Persen, Ini Penyebabnya

Klik untuk perbesar
Gedung BPS. (Foto: Jawapos)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi kuartal III-2019 sebesar 5,02 persen. Jumlah ini lebih rendah dibandingkan periode sama tahun lalu yang mencapai 5,17 persen.

Pertumbuhan kuartal III tahun ini juga lebih rendah dibanding kuartal II. Pada kuartal II pertumbuhan ekonomi mencapai 5,05 persen.

Berita Terkait : Jokowi Pasrah dan Bersyukur

Kepala BPS, Suhariyanto mengatakan, perlambatan ekonomi dipengaruhi ketidakpastian ekonomi global. Apalagi beberap negara juga mengalami perlambatan, seperti Amerika Serikat (AS), Singapura, dan Korea Selatan.

“Kalau dibandingkan dengan negara lain ekonomi Indonesia yang masih tumbuh 5,02 persen masih lebih baik," ucap Suhariyanto.

Berita Terkait : BI Optimis, Prospek Ekonomi 2020 Terjaga

Dia menjelaskan, ekonomi AS hanya tumbuh 2 persen pada kuartal III, melambat dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebesar 3,1 persen. Sementara, Singapura hanya tumbuh 0,1 persen dari sebelumnya yang mencapai 2,6 persen dan Korea Selatan hanya 2 persen dari 2,1 persen.

Sementara dari sisi lapangan usaha, sektor jasa tumbuh 10,72 persen secara tahunan. Porsinya terhadap PDB hanya sekitar 1,95 persen. Sedangkan sektor manufaktur masih dominan terhadap PDB dengan nilai 19,62 persen. Namun, pertumbuhannya hanya tercatat 4,15 persen atau melambat dari periode yang sama tahun lalu 4,35 persen. [DIT]