Kisruh Garuda dan Sriwijaya Dibongkar Yusril

Yusril Ihza Mahendra (Foto: Facebook Yusril)
Klik untuk perbesar
Yusril Ihza Mahendra (Foto: Facebook Yusril)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Kuasa hukum sekaligus pemegang saham Sriwijaya Air, Yusril Ihza Mahendra, membongkar kisruh kerja sama antara kliennya dengan Garuda Indonesia. Salah satu hal yang memicu perselisihan dari Sriwijaya adalah kerja sama yang dilakukan tidak efisien.

"Sriwijaya merasa dominasi Garuda terlalu jauh intervensinya, sehingga menurut persepsi Sriwijaya kerja sama yang sebenarnya untuk meningkatkan kapabilitas membayar utang kepada beberapa BUMN malah tidak efisien," ujarnya, di Kantor Kemenko Kemaritiman dan Investasi, Jakarta, Kamis, (7/11).

Baca Juga : Jakarta Diminta Nyontek Singapura dan Tokyo

Yusril mencontohkan, setelah kerja sama diteken, Sriwijaya kini mesti melakukan perawatan di Garuda Maintenance Facility. Padahal, sebelumnya kerjaan itu bisa dilakukan sendiri. Akibatnya, biaya yang dikeluarkan pun lebih mahal. Belum lagi kebijakan untuk menampung kru yang sebelumnya di asrama ke hotel. "Menurut persepsi Sriwijaya, utang bukannya berkurang malah membengkak selama dimanage oleh Garuda," katanya.

Yusril melanjutkan, kisruh semakin  memanas saat perjanjian kerja sama operasi diubah menjadi perjanjian kerja sama manajemen (KSM). Dengan perjanjian KSM, Yusril mengatakan, Garuda secara sepihak menerapkan management fee 50 persen dan profit sharing 65 persen dari Garuda. Besaran itu dihitung dari pendapatan kotor perusahaan. Akibatnya, perusahaan pun terancam ambruk. "Jadi ini sebenarnya mau menyelamatkan Sriwijaya atau malah menghancurkan Sriwijaya," tegasnya.

Baca Juga : Semoga Virus Corona Nggak Nyebar Via Transportasi Publik

Setelah adanya polemik, tambah Yusril, pemerintah akhirnya memfasilitasi pertemuan antara kedua belah pihak. Dari pertemuan tadi, dirinya mengatakan akan ada perjanjian sementara yang memperpanjang kerja sama antara dua perusahaan. Sehingga pelayanan akan berjalan seperti biasa dan dalam waktu yang tidak terlalu lama akan ada revisi perjanjian kerja sama antara dua belah pihak.

"Tentu saya akan bertanya juga kepada pemegang saham mayoritas Sriwijaya apakah akan menerima proposal ini, meneruskan kerja sama ini, atau malah akan menghentikannya sama sekali, itu nanti akan diputuskan segera dalam sehari dua hari ini," ucapnya.

Baca Juga : Kepala Layanan Medis Darurat Iran Tertular Virus Corona

Direktur Utama Garuda Indonesia, I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra alias Ari Askhara, dan VP Corporate Secretary Garuda Indonesia, M Ikhsan Rosan, bungkam. Mereka tidak mau menjawab ketika ditanya wartawan soal kerja sama dengan Sriwijaya Air. Keduanya langsung bergegas menuju mobil dan meninggalkan para wartawan. [KPJ]