Skuter Listrik Antar Makanan Dilarang Lewat Jalur Pejalan Kaki

Bisnis GrabFood Singapura Terancam

Klik untuk perbesar
Ilustrasi GrabFood pakai skuter listrik. (Foto: The Straits Times)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Bisnis pesan-antar makanan yang dijalankan GrabFood di Singapura terancam gulung tikar. Hal ini menyusul terbitnya larangan oleh Pemerintah Singapura terkait penggunaan skuter listrik oleh para petugas pesan antar makanan di jalur pejalan kaki. 

Dikutip dari Channelnewasia, peraturan pelarangan tersebut disampaikan langsung Menteri Transportasi Singapura Lam Pin Mim di depan Parlemen setelah terjadinya sejumlah kecelakaan yang melibatkan pengendara skuter listrik dan pejalan kaki. Bagi pengendara skuter listrik yang melanggar aturan tersebut, mereka akan dikenai denda sebesar 2.000 dolar Singapura atau sekitar Rp 20 juta dan ancaman kurungan penjara selama tiga bulan.

Dia menyebut, pihak berwenang akan bekerja sama dengan Workforce Singapore (WSG) membantu para mitra pesan antar berbasis aplikasi untuk mendapatkan mata pencaharian baru.

Baca Juga : Sukmawati Offside...

WSG menyebut bahwa mereka memiliki banyak jenis program dan jasa untuk membantu warga Singapura mencari pekerjaan. "Termasuk mereka yang terkena dampak pengumuman ini seperti pengantar makanan yang menggunakan skuter listrik sebagai transportasi utama mereka," ungkap Lam.

Seperti dikutip dari The Strait Times, maraknya penggunaan skuter listrik itu seiring dengan bertumbuhnya bisnis pesan antar makanan berbasis aplikasi, salah satunya yang dijalankan oleh aplikasi GrabFood yang diketahui mendominasi pangsa pasar pesan-antar makanan di Singapura. Mayoritas mitra GrabFood diyakini telah menggunakan skuter listrik untuk mengantarkan pesanan makanan mereka dengan alasan untuk mempercepat pengiriman.

Merespon pemberlakuan larangan tersebut, GrabFood menyatakan sejauh ini konsumen telah menerima imbas akibat kebijakan pelarangan tersebut. Imbas itu antara lain, jelas manajemen Grab Singapura, yaitu keterlambatan pengiriman ataupun pembatalan pesanan. 

Baca Juga : Masyarakat Pilih Teknologi Biometrik Ketimbang PIN Dan Kode Password

GrabFood merupakan satu dari tiga perusahaan jasa pengantaran makanan di Singapura selain Foodpanda dan Deliveroo. Grab menyebut bahwa sepertiga jasa pengantar makanan mengandalkan skuter listrik.

Dengan diberlakukan pelarangan tersebut, mereka harus mempertimbangkan moda transportasi lain yang mungkin tidak dapat tersedia dalam waktu dekat. "Selama periode ini, kami berharap pada pengertian konsumen di mana mereka harus menunggu lebih lama untuk pesanannya atau mengalami banyaknya pembatalan pesanan oleh rekan pengantar karena lokasinya yang tidak terjangkau jika harus berjalan kaki," kata juru bicara Grab.

Pelarangan penggunaan skuter listrik di jalur pejalan kaki di Singapura menimbulkan reaksi di kalangan warga Singapura dalam beberapa hari terakhir. Namun demikian, meskipun pelarangan mulai diberlakukan Selasa (5/11), warga Singapura pada Rabu (6/11) melaporkan melalui akun media Twitter mereka jika masih ada petugas antar makanan yang kedapatan menggunakan skuter listrik di jalur pejalan kaki.

Baca Juga : Piala Dunia U-20, Lapangan Diurus, Mental Juga Diurus

Akun @stompsingapore bahkan membagikan rekaman video yan memperlihatkan mitra GrabFood yang terlihat mengendarai skuternya dengan cepat melintasi jalur pejalan kaki. 

Ada sekitar 7.000 pengantar makanan di Singapura yang menggunakan skuter listrik dan sebagian besar disinyalir bekerja untuk Grab. Karena itu, Grab menyebut akan melakukan pendekatan kepada pemerintah untuk melakukan negosiasi perihal petugas pengantar makanan. 

Sebaliknya, manajemen Deliveroo menyebutkan pihaknya akan memberhentikan petugasnya yang kedapatan menggunakan skuter listrik pada jalur pejalan kaki. [DIT]