Siapkan 15 Program Prioritas

Airlangga Cs Siap Dobrak Ekonomi Yang Slow Down

Klik untuk perbesar
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto

RMco.id  Rakyat Merdeka - Kemarin, para menteri bidang ekonomi ngumpul di Kantor Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. Mereka merancang Program Prioritas (Quick Wins) dan Program Kerja 2020-2024.

Acara ini dihadiri seluruh menteri atau pejabat setingkat menteri yang berhubungan dengan soal ekonomi. Di antaranya Menteri Agraria dan Tata Ruang/ Kepala Badan Pertanahan Nasional Sofyan Djalil, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah, Menteri Perdagangan Agus Suparmanto, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki, Menteri Riset dan Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Nasional Bambang Brodjonegoro. 

Airlangga mengatakan, ada empat program yang disasar tim ekonomi lima tahun ke depan sesuai arahan Presiden Jokowi. 

Pertama, program untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkualitas. Kedua, program untuk meningkatkan pemerataan ekonomi dan pengurangan kesenjangan (inklusif). 

Berita Terkait : Ini Alasan Jokowi Duetkan Airlangga dan Sri Mulyani di Bidang Perekonomian

Ketiga, program untuk mendukung keberlanjutan ekonomi.Keempat, program untuk meningkatkan daya saing ekonomi. 

“Ini langkah awal untuk koordinasi dan sinkronisasi kerangka pikir dari program yang selaras antara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian dengan kementerian/lembaga di lingkup perekonomian,” ujar Airlangga. 

Diterangkan Airlangga, sebelumnya Presiden Jokowi sudah mengusulkan 15 P rogram Prioritas yang diharapkan tuntas dalam 6 bulan ke depan. 

Di antaranya, Implementasi Mandatori B30, Perbaikan Ekosistem Ketenagakerjaan, Jaminan Produk Halal (JPH), Penelitian dan Pengembangan Industri Farmasi, dan Penguatan Trans Pacific Petrochemical Indotama (TPPI). 

Berita Terkait : Jangan Terima Suap dan Gratifikasi, Kalau Ada, Segera Lapor KPK

Selain itu, ada juga perbaikan Kebijakan Kredit Usaha Rakyat (KUR), Penerapan Kartu Pra Kerja, Pengembangan Kawasan Batam, Bintan, dan Karimun (BBK). 

“Tantangan kita adalah apakah kita bisa menangani persoalanpersoalan yang timbul di tengah perekonomian yang slow down,” kata Airlangga. 

Dalam penyusunan prioritas itu, Airlangga mengintruksikan agar kementerian dan lembaga pro-aktif mengkomunikasikan di internal kementerian. 

“Kepada seluruh kementerian prioritasnya di-list dan akan diadakan rapat dengan eselon I dan ditindaklanjuti 10 hari dari sekarang,” tegasnya. 

Berita Terkait : Airlangga Cs Dikejar Target Tambal Defisit Perdagangan

Sekretaris Kemenko Perekonomian Susiwijono menjelaskan, penyusunan program-program tersebut, sudah sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN), Rencana Kerja Pemerintah (RKP), Rencana Kerja dan Angkaran Kementerian/Lembaga (RKA/KL), hingga Nota Keuangan. 

Untuk beberapa kriteria program atau kegiatan di K/L, akan dikoordinasikan di Kemenko Perekonomian. 

Pertama yang bersifat strategis dan berdampak luas kepada masyarakat. Kedua yang bersifat lintas sektoral dan berimplikasi luas pada kinerja K/L lain. 

“Kemudian kriteria ketiga adalah yang berskala nasional, penting, strategis, dan berdampak luas ke masyarakat. Serta kriteria terakhir yang menyerap banyak tenaga kerja, investasi besar, dan hightech,” terang Susiwijono. [NOV]