Diperlakukan Semena-mena, Sriwijaya Pilih Cerai Dari Garuda

Klik untuk perbesar
Pemegang saham dan kuasa hukum Sriwijaya Air, Yusril Ihza Mahendra. (Foto: Facebook Yusril Ihza Mahendra)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Kuasa hukum sekaligus pemegang saham PT Sriwijaya Air Yusril Ihza Mahendra memastikan hubungan kerja sama Garuda Indonesia dan Sriwijaya Air dipastikan kandas. Yusril mengaku sedang menyiapkan langkah untuk mengakhiri kerja sama manajemen dengan Garuda Indonesia Grup. 

Menurutnya, langkah tersebut diambil karena adanya intruksi mendadak dari Garuda Indonesia Grup kepada semua anak perusahaannya (GMF, Gapura Angkasa dan Aerowisata) untuk memberikan pelayanan kepada Sriwijaya dengan cara pembayaran cash dimuka Kamis (7/11).

"Kalau tidak bayar cash dimuka diperintahkan agar tidak memberikan pelayanan service dan maintenance apapun kepada Sriwijaya," tegasnya dalam keterangan tertulisnya kepada Rakyat Merdeka, Jumat (8/11).

Yusril menjelaskan, Sriwijaya menolak perubahan sistem pembayaran yang tidak fair ini dan menganggap Garuda Indonesia sengaja ingin melumpuhkan Sriwijaya. Akibat instruksi mendadak itu, terjadi kekacauan pada sebagian penerbangan Sriwijaya hari Kamis (7/11) karena terhentinya pelayanan oleh anak-anak perusahaan Garuda Indonesia Grup.

Berita Terkait : Putus dari Garuda, Sriwijaya Klaim Beroperasi Normal

"Sejak kemarin Sriwijaya berusaha keras untuk mengaktifkan seluruh rute penerbangannya sendiri atau dengan bekerja sama dengan pihak lain di luar Garuda Grup. Sriwijaya kembali mengaktifkan sendiri layanan servis pesawat, line maintenance, groundhandling dan catering sendiri tanpa kerja sama dengan Garuda Indonesia Grup lagi," jelasnya.

Menurut Yusril, pekerjaan itu sebelumnya memang ditangani oleh Sriwijaya sendiri. Namun, setelah kerja sama dengan Garuda Indonesia Grup, semua pelayanan itu diambil alih oleh anak-anak perusahaan Garuda dengan biaya yang jauh lebih mahal. 

Yusril memastikan hari ini, seluruh rute penerbangan Sriwijaya kembali normal. Seluruh peralatan line manintenance dan spare parts pesawat milik Sriwijaya yang selama ini digudangkan oleh Garuda Indonesia Grup, diserahkan kembali oleh GMF setelah didesak berkali-kali bahkan diancam akan dilaporkan ke polisi.

Yusril menuturkan, Sriwijaya menganggap kerja sama dengan Garuda Grup selama ini merugikan kepentingan Sriwijaya karena terlalu banyak konflik kepentingan antara anak-anak perusahaan Garuda dengan Sriwijaya. "Performance Sriwijaya tidak bertambah baik di bawah manajemen yang diambil alih oleh Garuda Indonesia Grup melalui Citilink. Perusahaan malah dikelola tidak efisien dan terjadi pemborosan yang tidak perlu," ungkapnya.

Berita Terkait : Menhub Sebut Sriwijaya Masih Layak Terbang

Tadi malam di kantor Garuda, Yusril mengatakan, semula mau menyelesaikan draf perpanjangan perjanjian kerja sama dengan Garuda Indonesia Grup. Namun, karena deadlock dalam menyusun Board of Directors, maka dalam rapat Jumat (8/11) para pemegang saham memutuskan untuk mengambil langkah menghentikan kerja sama manajemen dengan Garuda Grup. 

Nota pemberitahuan pengakhiran kerja sama itu dikirimkan ke Garuda, Citilink dan GMF hari ini. Sriwijaya juga memberitahukan secara resmi Menteri Perhubungan bahwa manajemen Sriwijaya kini diambil alih dan dijalankan sendiri oleh Sriwijaya. 

"Sebagai langkah awal pengakhiran, para pemegang saham telah memutuskan mengangkat BOD Sriwijaya yang baru yang seluruhnya berasal dari internal Sriwijaya Air. Pihak Sriwijaya juga hari ini telah mengembalikan semua tenaga staf perbantuan dari GA Grup untuk tidak bekerja lagi di Sriwijaya," tuturnya.

Yusril mengatakan, langkah selanjutnya adalah pihaknya akan mengundang Garuda Indonesia Grup untuk duduk satu meja membahas pengakhiran kerjasama yang sudah berlangsung selama setahun itu. Pihaknya minta agar BPKP dan auditor independen melakukan audit terhadap Sriwijaya selama manajemen yang direksinya mayoritas berasal dari Garuda Indonesia Grup untuk mengetahui kondisi perusahaan yang sesungguh selama dimenej oleh Garuda Indonesia Grup.

Berita Terkait : Masa Transisi Kerja Sama Berakhir, Sriwijaya Air Kembalikan Seluruh Karyawan Perbantuan Garuda

Kepada masyarakat, Yusril memohon maaf atas kurang baiknya pelayanan Sriwijaya selama manajemennya ditangani oleh direksi yang mayoritas berasal dari Garuda Indonesia Grup. "Selanjutnya, Sriwijaya akan kembali bekerja secara profesional melayani pelanggan sebagaimana selama ini dilakukan oleh Sriwijaya," ucapnya. [KPJ]