Akuisisi Rentokil Dongkrak Daya Saing Perusahaan Lokal

Klik untuk perbesar
Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Pengendalian Hama Indonesia (ASPPHAMI), Boyke Arie Pahlevi.

RMco.id  Rakyat Merdeka - Asosiasi Perusahaan Pengendalian Hama Indonesia (ASPPHAMI) menilai, kebijakan PT Agricon Putra Citra Optima (APCO) mengalihkan assetnya kepada PT Rentokil Indonesia dapat memicu naiknya daya saing perusahaan pengendalian hama lokal di Indonesia.

Ketua Umum ASPPHAMI, Boyke Arie Pahlevi memandang, langkah akusisi tersebut dipercaya bisa membuat pemain lokal melakukan penguatan sumber daya manusia, serta menerapkan inovasi teknologi agar lebih berdaya saing.

"Pemain besar di bisnis ini berani menerapkan strategi bisnis dengan pengalihan asset atau akuisisi untuk memperbesar bisnis mereka di Indonesia. Dengan langkah seperti itu, kami memandang ada nilai positif bagi pelaku usaha lokal untuk meningkatkan kompetensi, kapasitas dan daya saingnya," tutur Boyke di Jakarta, Jumat (8/11).

Menurutnya, hal yang sama bisa dilakukan oleh perusahaan-perusahaan lokal untuk bertahan memenangkan pasar.

Baca Juga : Sheila Dara, Gara-gara Film Kini Bisa Ngelas Besi

Boyke mengungkapkan, bisnis pengendalian hama di Indonesia cukup menjanjikan karena memang pasarnya besar. Terbukti, ada beberapa perusahaan lokal diakuisisi pemain besar asing.

Pemain lokal juga bisa melakukan hal yang sama, dengan strategi bisnis seperti afiliasi, joint operation, merger, go public, atau mengembangkan bisnis sendiri untuk memperbesar dan memperkuat bisnis mereka.

Menurutnya, akuisisi atau pengalihan asset pemain besar asing akan semakin meramaikan persaingan bisnis pengendalian hama tanah air. 

Pemain lokal diharapkan dapat lebih siap dan kreatif dalam menentukan strategi bisnis, seperti fokus pada pengembangan bisnis dengan membenahi, memperbaiki dan memperkuat sistem manajemen.

Baca Juga : Main Film Perdana, Ardhito Pramono Banyak Belajar dari Manajer

Presiden Agricon Group (induk perusahaan PT APCO) Haerul  Bengardi menjelaskan, pengalihan asset PT APCO kepada Rentokil adalah langkah strategis Agricon Group untuk lebih fokus kepada rantai bisnis pertanian yang selaras dengan Visi bisnis Group.

Sementara itu, PT Rentokil Indonesia menyatakan optimistis potensi pasar Industri Pengendalian Hama di Indonesia sangat pesat. Terbukti dengan dilakukannya berbagai macam investasi termasuk akuisisi.

Sebelumnya, Rentokil juga melebarkan sayap bisnisnya di Indonesia dengan pengambilalihan asset dan bisnis PT. Aaardwolf Pestcare Indonesia dan Divisi Hygiene dari PT Pink Service Indonesia (Habitat).

“Akuisisi ini memperkuat komitmen layanan dan kepedulian kami pada pelanggan. Di Rentokil kami memiliki inovasi, teknologi dan proses bisnis yang dapat kami gabungkan dengan keinginan APCO untuk memberikan layanan terbaik sehingga mengoptimalkan perlindungan dan keselamatan publik," ungkap Heri Susanto, Managing Director Rentokil Indonesia dan Sri Lanka.

Baca Juga : Tim Kesenian KBBS Yogyakarta Sabet Penghargaan Tertinggi di Rusia

Dia mengatakan, secara bersama-sama pihaknya ingin memberikan standar tertinggi dalam layanan pengendalian hama terpadu serta memperkuat komitmen layanan dan kepedulian terhadap masyarakat. 

Rentokil memiliki rangkaian inovasi dalam menghadapi perubahan teknologi di era digital untuk memberikan layanan dengan tidak mengesampingkan tanggung jawab sosial.

"Kita memanfaatkan sistem digitalisasi, IOT (Internet of Things) dan solusi ramah lingkungan untuk mengendalikan masalah hama umum seperti hewan pengerat, nyamuk dan rayap yang menjadi garis depan layanan Rentokil," tukas Heri. [JAR]