Yusril: Tanpa Garuda Group, Sriwijaya Tetap Bisa

Klik untuk perbesar
Foto: Twitter @Yusrilihza_Mhd

RMco.id  Rakyat Merdeka - Kuasa hukum sekaligus salah seorang pemegang saham maskapai penerbangan Sriwijaya Air, Yusril Ihza Mahendra menegaskan, tanpa Garuda Indonesia Group, Sriwijaya Air Group bisa tetap menjalani kegiatan operasionalnya.

Hal itu dicuitkan Yusril, melalui akun Twitter-nya, Sabtu (9/11). Dalam cuitan tersebut, Yusril juga menyertakan foto yang menggambarkan kesibukan kru pesawat dalam mengurus kotak nasi buat penumpang.

"Semua berjuang kerjakan apa saja asal pelayanan penumpang kembali normal. Tanpa Garuda Group, Sriwijaya tetap tetap bisa!!!" kata Yusril.

 

Foto: Twitter @Yusrilihza_Mhd

Berita Terkait : Putus dari Garuda, Sriwijaya Klaim Beroperasi Normal

Postingan ini pun dikomentari @ChainMourinho. "Betul, Ibu baru saja melakukan perjalanan dengan pesawat @SriwijayaAir dan respon nya pelayanan pesawat ini baik, makanan nya pun jauh lebih enak dari Maskapai yg satu," ujarnya, sambil menyertakan tangkapan layar boarding pass Sriwijaya Air tujuan Yogyakarta, Kamis (7/11).

@SipayungAyu memuji kesigapan kru Sriwijaya Air. "So proud, demi operasional berjalan semua bahu membahu," kicaunya.

Sementara @deddysitorus mempertanyakan aspek keselamatan penerbangan pasca perceraian Sriwijaya dan Garuda. "Bagaimana dgn keselamatan penerbangannya, Pak? Mudah2an juga bisa dikerjakan sendiri," tanyanya.

Pertanyaan yang sama juga diajukan @queenfitri. "Maintenance-nya siapa yang handle pak??" tulisnya.

Berita Terkait : Menhub Sebut Sriwijaya Masih Layak Terbang

Sebelumnya, Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Polana Banguningsih Pramesti menegaskan, pihaknya akan melakukan pengawasan terhadap maskapai Sriwijaya Air dan Nam Air.

Hal ini ditujukan untuk memastikan pelayanan penerbangan berlangsung selamat, aman, dan nyaman. Pengawasan ketat itu antara lain dilakukan dengan mewajibkan seluruh pesawat yang dioperasikan PT Sriwijaya Air, memenuhi persyaratan penerbangan.

“Jika hal tersebut tidak terpenuhi, maka Ditjen Hubud akan mengambil langkah tegas dalam rangka menjamin keselamatan penerbangan,” kata Polana, dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (9/11).

Kedua, memastikan kualitas pelayanan akan tetap sama sesuai dengan manajeman keterlambatan (delay management).

Berita Terkait : Dirjen Hubud: Sriwijaya Air Harus Pastikan Keselamatan Penerbangan

Sesuai ketentuan, penumpang dapat melakukan proses penjadwalan ulang kembali penerbangan, pengembalian biaya tiket (refund).

Serta apabila terjadi keterlambatan penerbangan, ditangani sesuai dengan ketentuan delay management yang telah diatur, sesuai Peraturan Menteri PM 89 Tahun 2015 Tentang Penanganan Keterlambatan Penerbangan (Delay Management) pada Badan Usaha Angkutan Udara Niaga Berjadwal di Indonesia.

Ketiga, PT Sriwijaya Air harus memberikan laporan terkait pesawat yang beroperasi setiap hari kepada Ditjen Hubud. [KPJ]