Cegah Kapal Kelebihan Muatan

Pelni Jual Tiket Sesuai Kapasitas Kapal

Klik untuk perbesar
Salah satu kapal milik PT Pelni bersandar di pelabuhan

RMco.id  Rakyat Merdeka - Sistem penumpang pada pesawat terbang dan kereta api, kini juga berlaku untuk kapal laut. Penjualan tiket kapal, dilakukan secara online lewat aplikasi dengan aturan one man one seat (OMOS). Dengan begitu, tidak ada lagi cerita kapal yang ketahuan over load.

Tiket kapal bisa dibeli secara online lewat Pelni Apps.
Nantinya, tempat duduk maupun tempat tidur penumpang, disesuaikan dengan nomor tiket yang sudah dibeli. Semua bisa akses, termasuk masyarakat yang tinggal dipelosok.

Baca Juga : Solskjaer Bingung Lihat MU Menang Lawan Tim Kuat, Kalah Hadapi Tim Gurem

Kepala Kesekretariatan Perusahaan Pelni Yahya Kuncoro mengatakan, pihaknya terus berupaya meningkatkan keselamatan dan kenyamanan pengguna jasa. Penjualan ticketing secara online ini juga sebagai wujud transformasi Pelni di era digital.

“Kami telah menghadirkan Pelni Apps yang dapat digunakan seluruh masyarakat. Sekalipun di daerah terpencil dan sepanjang masih terdapat
sinyal, dapat mengakses dan membeli tiket kapal selama seat masih tersedia. Pembayarannya bisa dengan kartu debit dan ATM. Tiket dapat dicetak di
pelabuhan keberangkatan,” kata Yahya di Jakarta, Rabu.

Baca Juga : CIMB Niaga Bakal Rebranding Go Mobile Jadi Octo Mobile

Yahya mengakui pihaknya memiliki keterbatasan kapasitas di kapal. Kendala inilah yang jadi alasan manajemen mengatur penjualan tiket sesuai kapasitas
bangku di atas kapal.

“Kami membatasi jumlah penumpang agar tidak melebihi kapasitas seat yang sudah ada. Dengan OMOS, maka jumlah penumpang sesuai dengan kapasitas. Ini sistem dan petugas tidak dapat melanggar,” tegasnya.

Baca Juga : Atasi Masalah Sampah Plastik, APP Kembangkan FoopakBioNatura

Pelaksanaan sistem OMOS juga memberikan kemudahan pelayanan dan kontrol kepada penumpang. Yahya menjamin penumpang dapat duduk atau tidur di kasur sesuai yang tertera pada tiket.

Dia berharap, upaya digitalisasi pelayanan tiket diharapkan bisa diakses sesuai dengan kondisi masyarakat dan wilayah Indonesia sebagai negara
kepulaun. “Pelni sebagai moda transportasi massal pilihan masyarakat, mendengar setiap keluhan konsumen untuk selanjutnya diperbaiki pelayananya,” cetusnya. [MEN]