Dianggap Aman Dan Cepat

Masyarakat Pilih Teknologi Biometrik Ketimbang PIN Dan Kode Password

Klik untuk perbesar
Ilustrasi Teknologi Biometrik. (Ist)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Rasa aman menjadi kebutuhan paling pokok dalam melakukan transaksi digital. Terutama bagi masyarakat pengguna kartu kredit, mereka lebih memilih menerapkan teknologi biometrik ketimbang password saat bertransaksi.

Perusahaan jasa pembayaran digital secara global, Visa, telah menerbitkan survei tentang minat masyarakat untuk memanfaatkan teknologi biometrik.

Presiden Direktur PT Visa Worldwide Indonesia Riko Abdurrahman mengatakan, masyarakat mendukung penerapan teknologi biometrik karena dianggap paling aman. Setelah publik mengetahui tentang cara teknis dan pemanfaatannya, maka biometrik dipandang lebih aman.

Apalagi di era digital seperti sekarang, kejahatan siber bisa meretas password atau keamanan digital. “Dari survei Visa terungkap bahwa pembayaran dengan keamanan biometrik dianggap sebuah keharusan bagi masyarakat di Indonesia,” ujar Riko dalam keterangannya kepada Rakyat Merdeka di Jakarta, kemarin.

Dia juga memaparkan hasil survey tersebut bahwa, sembilan dari sepuluh pemegang kartu kredit di Indonesia bersedia beralih dari bank, penyedia kartu pembayaran, atau penyedia ponsel demi dapat melakukan pembayaran dengan teknologi biometrik.

Berita Terkait : Nissan Gencar Pamerkan Leaf

Biometrik berdasarkan situs biometrik.id merupakan metode komputerisasi yang menggunakan aspek-aspek biologi terutama karakteristik unik yang dimiliki oleh manusia. Karakterisitik unik yang umum digunakan adalah sidik jari serta retina mata.

Dalam dunia teknologi informasi, biometrik relevan dengan teknologi yang digunakan untuk menganalisa fisik dan kelakuan manusia untuk proses autentifikasi tertentu.

Riko melanjutkan, berdasarkan survei yang dilakukan, teknologi biometrik seperti pemindai sidik jari dan pemindai mata dipilih masyarakat karena dinilai lebih aman. Jika dibanding dengan personal identification number (PIN) serta password, tingkat keamanan lebih terjaga biometrik.

“Selain itu teknologi biometrik juga dianggap lebih cepat dan nyaman dibanding teknologi tradisional seperti password,” paparnya.

Dia menyimpulkan, teknologi biometrik dipandang sebagai sebuah keharusan bagi penyedia pembayaran dalam menyeimbangkan kebutuhan konsumen akan tingkat keamanan yang tinggi dan pengalaman membayar tanpa hambatan.

Baca Juga : Warga Sukapura Kecewa Anies Tak Hadiri Acara Olahraga pagi

Dari survei itu juga, 73 persen responden pernah membatalkan pembelian online karena hambatan saat proses otentikasi, seperti tidak menerima one-time password (OTP), kesulitan mengakses akun dan lupa password.

Lebih lanjut, 8 dari 10 responden merasa frustrasi untuk mengingat password dan PIN, di mana 18 persen dari mereka menggunakan password yang sama untuk semua akun, yang membahayakan keamanan akun mereka.

Sebab itu, wajar jika dalam studi tersebut minat masyarakat semakin besar terhadap otentikasi berbasis teknologi biometrik, khususnya pada generasi yang lebih muda.

“Konsumen Indonesia mendukung semua inovasi teknologi yang memudahkan kehidupan sehari-hari mereka,” tuturnya.

Otentikasi berbasis biometrik menjadi salah satu teknologi yang populer di antara generasi muda. Menurut dia, anak muda atau yang sekarang kerab diistilahkan milenial lebih memilih biometrik.

Baca Juga : Kemendagri-BSSN Teken Kerja Sama Pemanfaatan Tanda Tangan Elektronik

Artinya, mereka yang sadar teknologi dan mengusung gaya hidup serba digital tentu memilih cara pembayaran yang cepat dan aman.

“Visa secara berkelanjutan mengkaji peluang kerja sama dengan para pemangku kepentingan untuk memperkenalkan inovasi pembayaran yang baru, seperti teknologi otentikasi biometrik, kemasyarakat,” ucap Riko.

Head of Corporate Communications Visa, Widyananto Sutanto menambahkan, dari hasil survei, hampir semua responden menganggap teknologi biometrik lebih cepat dan mudah dibandingkan password. [JAR]