CIMB Niaga Tawarkan Obligasi Rp 1 T

Caption :

Direktur Strategy and Finance CIMB Niaga Lee Kai Kwong (tengah) berbincang dengan Direktur Business Banking CIMB Niaga Rahardja Alimhamzah (kanan) dan Direktur Syariah Banking CIMB Niaga Pandji P. Djajanegara (kiri) di sela acara Public Expose CIMB Niaga di Jakarta, Senin (18/11).
Klik untuk perbesar
Caption : Direktur Strategy and Finance CIMB Niaga Lee Kai Kwong (tengah) berbincang dengan Direktur Business Banking CIMB Niaga Rahardja Alimhamzah (kanan) dan Direktur Syariah Banking CIMB Niaga Pandji P. Djajanegara (kiri) di sela acara Public Expose CIMB Niaga di Jakarta, Senin (18/11).

RMco.id  Rakyat Merdeka - PT Bank CIMB Niaga Tbk (CIMB Niaga) menggelar Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi Berkelanjutan III dan Obligasi Subordinasi Berkelanjutan I Tahap I Tahun 2019 sebesar Rp 1 triliun rupiah. Penerbitan obligasi tersebut merupakan bagian dari penerbitan Obligasi Berkelanjutan III Bank CIMB Niaga dengan target dana sebesar Rp 6 triliun.

Direktur Strategy and Finance CIMB Niaga, Lee Kai Kwong menuturkan, dana yang diperoleh seluruhnya akan digunakan untuk meningkatkan pendanaan dalam mendukung pertumbuhan kredit CIMB Niaga. Obligasi tersebut ditawarkan dengan tenor 370 hari, 2 tahun, 3 tahun dan 5 tahun. “Kami berharap obligasi ini menarik minat para investor dan akan mendorong pertumbuhan positif bisnis CIMB Niaga ke depan dari target yang ada saat ini,” ucap Kwong dalam acara Paparan Publik serta Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi Subordinasi Berkelanjutan I Bank CIMB Niaga Tahap I Tahun 2019 di Jakarta, Senin (18/11).

Rencananya obligasi ini diterbitkan minimal sebesar Rp 100 miliar. Penerbitan obligasi ini merupakan strategi perseroan untuk memperpanjang tenor pendanaan hingga 5 sampai 7 tahun dalam rangka mendukung pertumbuhan kredit. 

"Selain itu, inisiatif ini juga dilakukan untuk memenuhi POJK Nomor 14/POJK.03/2017 terkait Rencana Aksi (Recovery Plan) guna menjaga ketahanan permodalan," imbuhnya.

Berita Terkait : CIMB Niaga Raup Laba Rp 3,9 Triliun

CIMB Niaga menunjuk empat perusahaan sebagai penjamin emisi dalam penerbitan Obligasi dan Obligasi Subordinasi ini. Keempat perusahaan tersebut yaitu PT BCA Sekuritas, PT CGS-CIMB Sekuritas Indonesia, PT Danareksa Sekuritas, dan PT Mandiri Sekuritas. Bertindak sebagai wali amanat adalah PT Bank Permata Tbk. 

Pihaknya menjadwalkan masa bookbuilding Obligasi dan Obligasi Subordinasi tersebut pada 18-29 November 2019 dan penjatahan pada 17 Desember 2019. Adapun pencatatan di Bursa Efek Indonesia direncanakan pada 20 Desember 2019.  

Kinerja Moncer

Tak hanya menggelar penawaran obligasi subordinasi, perseroan juga menyelenggarakan paparan Publik Tahunan 2019. Langkah tersebut kata Kwong, sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas perseroan kepada publik, khususnya para pemegang saham.

Berita Terkait : CIMB Niaga Luncurkan VCN & Mobile Banking BizChannel

Per 30 September 2019, CIMB Niaga telah melaporkan perolehan laba bersih konsolidasi (tidak diaudit) sebesar Rp 2,68 triliun. Laba bersih Business As Usual (BAU) CIMB Niaga naik 13,7 persen yoy menjadi Rp 2,95 triliun.

Menurut Kwong, kinerja keuangan CIMB Niaga terus meningkat dari tahun lalu (di luar one-off expense), dengan laba yang menunjukkan pertumbuhan positif. Pendapatan operasional naik sebesar 6,8 persen yoy terutamanya dikontribusikan oleh pendapatan non-bunga atau Non Interest Income (NoII) dan pendapatan bunga bersih atau Net Interest Income (NII) yang masing-masing tumbuh 12,1 persen dan 5,1 persen. 

"Net Interest Margin (NIM) kami tumbuh 25 bps menjadi 5,37 persen pada sembilan bulan pertama 2019 dibandingkan 5,12 persen pada periode yang sama tahun lalu," ucapnya.

Hasil tersebut tak lain lantaran menerapkan kedisiplinan dalam pengelolaan biaya operasional untuk menekan cost to income ratio. Dalam kondisi pasar yang masih menantang, biaya provisi meningkat sebesar 6,8 persen yoy, dengan rasio Loan Loss Coverage (LLC) berada di level yang aman sebesar 111,86 persen.

Baca Juga : Mantap, Pasar KPR BTN Capai 90,82 Persen

"Dengan total aset sebesar Rp 262,8 triliun per 30 September 2019, kami mampu mempertahankan posisinya sebagai bank swasta nasional terbesar kedua di Indonesia dari sisi aset," ucapnya.

Sementara dari jumlah kredit yang disalurkan tumbuh 4,9 persen yoy menjadi Rp 191,7 triliun. Dari sisi penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) tercatat sebesar Rp190,3 triliun dengan rasio CASA sebesar 53,67 persen. 

Di segmen perbankan Syariah, total pembiayaan Unit Usaha Syariah CIMB Niaga (CIMB  Niaga Syariah) mencapai Rp 31,1 triliun  atau tumbuh 29,1 persen, dengan DPK sebesar Rp 26,6 triliun naik 21,1 persen. [DWI]