Agar Ekonomi Digital Makin Mekar

Perbanyak Startup Dan Perkuat Industri Manufaktur

ist
Klik untuk perbesar
ist

RMco.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah saat ini tengah menggenjot ekonomi digital. Ada banyak upaya antara lain dengan memperbanyak jumlah startup dan menguatkan sektor manufaktur.

Keberadaan perusahaan rintisan berbasis digital (startup) saat ini menjadi faktor penting untuk menumbuhkan ekonomi digital.

Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (Menristek/Kepala BRIN) Bambang Brodjonegoro mengatakan, startup serta wirausaha harus makin kuat dan jumlahnya perlu ditingkatkan.

Tidak hanya itu, manufaktur harus ikut bertransformasi mengikuti perkembangan zaman. “Maka sektor manufaktur perlu bersiap maju, startup atau wirausaha bertambah banyak sehingga ekonomi berbasis digital terus berkembang,” ujar Bambang dalam keterangan pers yang telah hadir di Electric Vehicle Indonesia Forum & Exhibition 2019 di Gedung Tribrata, Jakarta, kemarin.

Pasalnya, peran Kemenristek/ BRIN salah satunya adalah mengembangkan ekonomi digital. Oleh sebab itu, dia menekan-kan pentingnya menciptakan lebih banyak startup di Indonesia, terutama berbasis ekonomi digital.

Berita Terkait : Harga Gas Turun, Kinerja Industri Manufaktur Makin Moncer

“Kami turut bertanggung jawab untuk menciptakan sebanyak mungkin startup baru dan memastikan kontinuitas dari startup tersebut,” katanya.

Startup diharapkan tidak hanya menjadi solusi bagi kebutuhan konsumen dalam negeri, namun mampu bersaing di tingkat global. Ia mengapresiasi upaya Kementerian Luar Negeri mencari alternatif pengembangan startup yang ada di Indonesia.

Agar kontinuitas dari startup dapat terjaga, maka diperlukan peran pemerintah untuk memediasi para pelaku startup dengan para pemilik modal ventura.

“Startup di Indonesia butuh pendanaan lebih lanjut untuk besar. Karena itu mereka butuh venture capital baik yang berasal dari dalam maupun luar negeri. Kami harapkan dapat melahirkan makin banyak entrepreneur masa depan,” jelasnya.

Sedangkan untuk industri manufaktur perlu bertransformasi meng ikuti perkembangan zaman. Menurut dia, jika sektor manufaktur maju dan tumbuh pesat dampaknya bisa membawa ke majuan ekonomi Indonesia me ningkat dan Produk Domestik Bruto tidak stagnan di kisaran 5 persen.

Berita Terkait : Kemenperin Pacu Produktivitas Industri Manufaktur

“Kita harus membuat dasar yang kuat untuk masa depan Indonesia, dan itu adalah sektor manufaktur yang kuat,” tegasnya.

Manufaktur Kendaraan Listrik

Menteri Bambang mengungkapkan bahwa fokus pemerintah dalam pengembangan industri manufaktur salah satunya dengan mendorong industri untuk melahirkan kendaraan listrik.

Tak hanya sepeda motor se perti motor listrik Gesits, tapi ju ga kendaraan listrik massal se perti bus. Sedangkan mobil listrik akan diserahkan ke swasta.

“Kalau saya melihatnya lebih fokus di transportasi publik, misalnya bus. Bus listrik lebih penting dibanding mobil listrik,” katanya.

Berita Terkait : Investasi Industri Manufaktur Tembus Rp 216 Triliun

Pemerintah sudah mendukung pengembangan kendaraan listrik dengan terbitnya Peppres nomor 55 tahun 2019 tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (Battery Electric Vehicle) untuk Transportasi Jalan.

Bambang juga mengatakan bahwa beberapa negara ASEAN mulai mengembangkan kendaraan listrik. Misalnya, Malaysia yang pada 2020 akan membangun 125.000 charging station.

Fasilitas itu diproyeksikan akan menampung masing-masing 100.000 unit populasi mobil listrik dan sepeda motor listrik serta 4.000 bus listrik.

“Negara-negara lain sudah lebih dulu mulai melangkah. Ada Malaysia, juga Thailand yang di Bangkok Motor Show 2019 lalu menerima lebih dari 4.500 pesanan,” sebutnya.
 Selanjutnya