Pipindo Janji Perkuat Industri Pertahanan

Klik untuk perbesar
Wakil Ketua Pipindo Sunanto Ajidarmo saat acara Deklarasi Pipindo, di Jakarta, Senin (2/12). (Foto : DNU/Rakyat Merdeka)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Perhimpunan Industri Pertahanan Indonesia (Pipindo) berkomitmen memberi lompatan besar dalam pengembangan industri pertahanan dalam negeri. Khususnya yang terkait kebutuhan produk berteknologi tinggi yang sejauh ini belum terpenuhi atau belum dimiliki indonesia.

Wakil Ketua Pipindo, Sunanto Ajidarmo mengatakan, beberapa contoh produk yang belum bisa terpenuhi itu diantaranya teknologi dasar untuk peroketan, propelan, dan peluru kendali. Begitu juga dengan teknologi dasar permesinan, serta teknologi dasar komponen perelektronikan.

"Teknologi semacam itu di Indonesia masih tertinggal. Karena itu, kami ingin memetakan kekuatan yang ada sekarang untuk kemudian kita sama-sama menggempur kelemahan ini agar permasalahan tersebut tidak berlarut-larut," kata Sunanto usai acara Deklarasi Pipindo, di Jakarta, Senin (2/12).

Berita Terkait : Bertemu di Bali, Prabowo dan Menhan Australia Bahas Kerja Sama Pertahanan

Dia menjelaskan, Pipindo sendiri saat ini beranggotakan 9 BUMN dan 15 BUMS yang fokus pada industri persenjataan. Kehadiran organisasi yang dibentuk 27 November lalu itupun, kata dia, sebagai bentuk upaya menjawab keinginan Presiden Jokowi memperkuat industri pertahanan dalam negeri, sekaligus menciptakan alat utama sistem persenjataan (alutsista) yang modern.

"Saya sendiri sudah bertemu dengan Pak Menteri Pertahanan Prabowo Subianto. Saat bertemu beliau juga menginstruksikan agar ketertinggalan ini harus dikejar. Alasannya karena beliau tak mau Indonesia yang merupakan negara besar, industri pertahanannya kalah dari negara lain," ujarnya.

Sunanto lantas menilai, ketertinggalan Indonesia dalam pengembangan industri pertahanan karena terlena dengan situasi jarang terjadi perang. Padahal, pengembangan maupun pengadaan alutsista harus terus dilakukan.

Berita Terkait : Perkuat Alutsista, Menhan Janji Dukung Industri Pertahanan Swasta

"Saat ini perang memang jarang. Tapi pengadaan alutsista harus terus menerus dilakukan. Uang kita sekarang juga banyak yang mengalir keluar untuk membeli alutsista dari negara lain. Padahal, kalau uang itu tetap digunakan di indonesia, bisa untuk membangun kapabiliti industri pertahanan atau ekonomi kita," paparnya.

Sekjen Pipindo, Adi Sasongko menambahkan, tujuan pembentukan Pipindo untuk menjawab kemauan Presiden tentang upaya mengoptimalkan kerja sama antara BUMN dan BUMS yang selama ini terkesan sendiri-sendiri. "Harapannya, kalau BUMN dan BUMS bisa bersatu, maka kebutuhan tentang alutsista ini bisa dipenuhi lebih maksimal," kata Adi.

Selain itu, kata dia, Menhan Prabowo Subianto juga pernah mengutarakan keinginannya untuk mengakselerasi kemampuan dan kekuatan pertahanan Indonesia, termasuk memanfaatkan seluruh kemampuan bangsa. "Anggota Pipindo terbuka untuk siapa saja asalkan anggotanya adalah industri pertahanan. Harapannya anggota nanti dapat bersinergi dan satu suara membangun Indonesia," ujarnya. [DNU]