Rogoh Kocek Rp 13,51 T

Pavilion Bukit Jalil Jadi Ikon Belanja Terbesar di 2021

Klik untuk perbesar
Jajaran direksi dan perwakilan tenant usai meresmikan Pavilion Bukit Jalil di Kuala Lumpur, Malaysia, akhir pekan lalu. (Foto: Dwi Ilhami/Rakyat Merdeka)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Pavilion Group optimistis, meski pasar ritel tengah lesu, kehadiran Pavilion Bukit Jalil sebagai pusat perbelanjaan terbesar di Malaysia nantinya di 2021, menjadi penyumbang terbesar wisatawan asing untuk datang ke Kuala Lumpur, Malaysia.

Hal itu diungkapkan Retail Planner Pavilion Bukit Jalil Dato' Joyce Yap dalam peresmian peluncuran Pavilion Bukit Jalil bertajuk The Unveiling Ceremony di Kuala Lumpur, Malaysia, akhir pekan, kemarin, di mana Rakyat Merdeka berkesempatan menyaksikan langsung peluncuran tersebut.

Dalam acara tersebut, hadir sejumlah tamu-tamu penting mulai dari mitra dan tenant yang bakal mengisi Pavilion Bukit Jalil, media dari berbagai negara di Asia, hingga pejabat di Malaysia yakni Deputi Seni dan Budaya dari Kementerian Pariwisata Malaysia Yang Berhormat YB Tuan Muhammad Bakhtiar bin Wan Chik.

Yap menuturkan, sebagai bagian dari pusat perbelanjaan yang telah sustain dan bisa dikatakan mapan, Pavilion mengaku akan selalu tetap stabil meskipun pasar ritelnya lesu. Justru katanya, secara keseluruhan, sektor ritel cukup menantang.

"Lihat saja, mal-mal pusat perbelanjaan yang sukses masih memiliki pertumbuhan yang sangat bagus dan tingkat hunian yang sangat tinggi," ucapnya.

Baca Juga : Renang Estafet 4x100 M Gaya Ganti Putra Raih Perak SEA Games

Pavilion optimistis, pihak mencapai target penjualan RM (Ringgit Malaysia) 1,8 miliar atau setara Rp 6,08 triliun untuk mal Pavilion Bukit Jalil City di tahun pertama operasinya nanti.

Lebih lanjut Yap mengatakan terbukti dari terlepas dari kondisi pasar saat ini, masih banyak merek lokal yang tertarik untuk memasuki Malaysia karena fundamental bisnisnya yang kuat dan biaya bisnis yang rendah.

Tak heran, dalam peluncurannya kali ini, Yap sekaligus mengumumkan bahwa, sudah ada sekitar 300 ribu meter persegi kawasan Pavilion Bukit Jalil yang ditargetkan rampung pada 2021 telah dipenuhi oleh sekitar 15 ribu tenant, komitemen untuk bekerja sama.

"Para tenant sudah terkonfirmasi. Kami secara aktif mencari merek-merek baru untuk pasar lokal dan dari luar negeri," ujarnya. Sebut saja beberapa merek atau brand ternama yang sudah memastikan bakal menempati Pavilion Bukit Jalil di antaranya Parkson, brand olahraga terkenal Adidas, Nike dan lainnya, Bioskop Dadi, Republik Makanan, food court jajanan makanan dari lokal hingga luar negeri.

Sekitar 1,8 juta meter persegi disiapkan untuk produk ritel, Pavilion Bukit Jalil diklaim akan menjadi permata mahkota Kota Bukit Jalil yang terintegrasi, yang terdiri dari komponen ritel, perumahan, komersial dan perhotelan.

Baca Juga : 100 Ribu Orang Meninggal Per Tahun Akibat TBC, Jokowi Siapkan Payung Hukum

Berdasarkan laporan, Kota Bukit Jalil, diperkirakan memiliki nilai pengembangan bruto RM 4 miliar (Rp 13,51 triliun) yang merupakan kolaborasi antara Malton dan Pavilion KL.

Diluncurkan pertama kali pada 2015, proyek seluas 50 hektar (ha) akan terdiri dari tiga fase. Fase pertama terdiri dari 112 kantor toko. Fase kedua, juga terjual penuh, terdiri dari 1.098 unit apartemen mewah dan 44 unit toko ritel dan fase ketiga terdiri dari dua menara The Park 2.

Tarik Wisatawan Asing

Hadir dalam kesempatan yang sama, Deputi Seni dan Budaya dari Kementerian Pariwisata Malaysia Yang Berhormat YB Tuan Muhammad Bakhtiar bin Wan Chik memuji tim Pavilion atas keberhasilan mereka dengan Pavilion Kuala Lumpur, yang telah terbukti menjadi ikon pariwisata.

“Selama bertahun-tahun, Pavilion telah mewakili kualitas pengalaman berbelanja yang luar biasa. Karena para turis seperti tidak afdol jika tidak datang ke Pavilion KL," ujarnya.

Baca Juga : Jajaran Direksi Baru Garuda Resmi Diumumkan

Dari keberhasilan itu, ia pun percaya, kehadiran Pavilion Bukit Jalil nanti mampu mengikuti jejak kesuksesan Pavilion sebelumnya. Pasalnya kata Bakhtiar, aktivitas gaya hidup dan belanja wisatawan internasional, terus menjadi kontributor terbesar bagi pendapatan sektor pariwisata Malaysia.

Bahkan negaranya mencatat, penerimaan devisa dari wisatawan sebesar RM 41,69 miliar (Rp 140,82 triliun) di semester pertama tahun ini, atau naik 6,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

“Lintasan ke atas telah menunjukkan tanda positif bagi kementerian untuk memulai kampanye Visit Malaysia 2020 yang ambisius. Di mana kami enargetkan 30 juta kedatangan wisatawan dan RM 100 miliar (Rp 337,79 triliun) dalam penerimaan turis," ucapnya.

Ia menegaskan, dengan wisata belanja sebagai kontributor wisata nomor satu, pembukaan Pavilion Bukit Jalil akan membantu memperkuat posisi Kuala Lumpur sebagai salah satu tujuan belanja terbaik di kawasan ini. [DWI]