Bawa Onderdil Tanpa Lewat Bea Cukai

Garuda Kesenggol Harley

Foto: Istimewa
Klik untuk perbesar
Foto: Istimewa

RMco.id  Rakyat Merdeka - Internal Garuda Indonesia diduga terlibat dalam skandal komponen motor Harley Davidson dan sepeda Brompton ilegal yang masuk ke Indonesia melalui pesawat Airbus A330-900 Neo yang baru saja diserahterimakan.

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengaku belum mendapat laporan resmi soal kasus ini. Untuk itu, BKS-sapaan akrab Budi Karya meminta Dirjen Udara untuk menelusuri kasus ini.

Berita Terkait : Disebut Bawa Penumpang Kena Corona, Garuda Kandangkan GA 858

"Tunggu nanti Ibu Dirjen (Direktur Jenderal Perhubungan Udara Polana Banguningsih Pramesti) mengklarifikasi apa yang terjadi," katanya disela-sela Rapat Kerja Kementerian Perhubungan di Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa, (3/12).

Sekadar informasi, petugas Bea Cukai mendapati barang-barang ilegal berupa onderdil sepeda motor Harley Davidson dalam pesawat Airbus A330-900 Neo pada November 2019.

Baca Juga : Sudah Saatnya Parkir Khusus Ojol Dibangun Di Stasiun Dan Mall

Onderdil ini dibawa oleh karyawan Garuda Indonesia tanpa melalui Bea Cukai. Nilai onderdil motor itu disebutkan sekitar Rp 50 juta untuk biaya pajaknya.

Melanjutkan keterangan, kata Menhub, pihaknya akan mengaitkan kasus ini dengan regulasi bagi penerbangan perdana. Namun, dirinya belum memberikan penjelasan detail seperti apa aturan dan pengawasan selama ini terhadap penerbangan perdana. "Nanti saya klarifikasi, saya belum dapat input," ujarnya.

Baca Juga : Soal Corona, Gobel: Jangan Diskriminasi Warga Jepang

Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub Polana B Pramesti menolak memberi pernyataan terkait motor bekas Harley Davidson yang disusupi di dalam pesawat BUMN Garuda Indonesia. "Itu ranahnya Bea Cukai, bukan kita," ujarnya. [KPJ]