Soal Onderdil Harley Ilegal

Garuda Siap Patuhi Aturan Yang Berlaku

Foto: Istimewa
Klik untuk perbesar
Foto: Istimewa

RMco.id  Rakyat Merdeka -
Garuda Indonesia mengakui, barang selundupan berupa onderdil Harley Davidson dan dua sepeda Brompton yang belum membayar bea masuk merupakan milik karyawan Garuda.

Barang itu ditemukan oleh petugas Bea Cukai di pesawat baru Garuda Indonesia, Airbus A330-900 Neo setelah mendarat di Bandara Soekarno-Hatta, November lalu.

Vice President Corporate Secretary Garuda Indonesia Ikhsan Rosan mengakui bahwa barang selundupan itu merupakan barang yang dimiliki oleh karyawan internal Garuda Indonesia.

"Saya juga dapatkan informasi di dalam pesawat ada beberapa spare parts sekitar 15 buah, itu mengacu kepada apa yang disampaikan Bea Cukai. Barang tersebut masih (ditahan) di Bea Cukai," ujarnya dalam keterangannya kepada Rakyat Merdeka di Jakarta, Selasa (3/12).

Baca Juga : PM Malaysia Pengganti Mahathir: Ayah Bugis, Ibu Jawa

Ikhsan mengakui bahwa bea masuk di beberapa barang tersebut belum dibayar dan pihaknya bersedia mengikuti aturan kepabeanan yang berlaku.

Dirinya menuturkan, seluruh barang yang dibawa di dalam pesawat sudah dilaporkan kepada petugas kepabeanan (self declared) termasuk bawaan (bagasi) karyawan yang on board dalam penerbangan tersebut.

Menurutnya, pemeriksaan Bea Cukai tidak mengindikasikan adanya pelanggaran kepabeanan pada bagian cockpit dan kabin penumpang, namun pada bagasi ditemukan beberapa spare part motor besar yang tidak diproduksi di Indonesia dibawa oleh salah satu karyawan yang onboard dalam penerbangan tersebut untuk ditindaklanjuti sesuai aturan kepabeanan yang berlaku.

"Kita akan mematuhi seluruh aturan yang berlaku, mematuhi semua ketentuan kepabeanan itu, ketika membayar ya harus membayar, ketika memang tidak boleh masuk ya harus re-ekspor kembali. Poinnya kita patuh kepada aturan kepabeanan yang berlaku," katanya.

Baca Juga : Hari Ini, Persija Tarung Lawan Borneo FC di Shopee Liga 1

Ikhsan menjelaskan, jajaran direksi memang berada di dalam pesawat tersebut karena sebelumnya mengikuti serah terima pesawat baru itu dari pabrikan di Prancis untuk dibawa ke Indonesia.

Ikhsan enggan menjelaskan identitas jajaran direksi yang berada di dalam pesawat bersama barang ilegal tersebut.

"Ada petugas-petugas yang mengurus dokumen tentang pesawat sampai ke Tanah Air. Nah, barang-barang itu memang ada petugas kita yang diclaim tag bagasinya atas namanya dia," jelasnya.

Namun, Ikhsan membantah onderdil Harley Davidson dan sepeda Brompton itu milik bos-bos Garuda.

Baca Juga : Gegara Corona, Son Dikarantina

Ikhsan menegaskan, Garuda Indonesia menyerahkan sepenuhnya keputusan ini kepada Bea Cukai.

"Sesuai dengan komitmen perusahaan untuk  mematuhi dan mengedepankan tata kelola perusahaan maka Garuda Indonesia tunduk dan patuh atas segala ketentuan, peraturan serta prosedur yang ditetapkan oleh Bea Cukai," tegasnya. [KPJ]