Wow, Pendapatan Layanan Mobile Broadband Telkom Capai Rp9,1 Triliun

Gedung Telkom Landmark Tower, Jakarta.
Klik untuk perbesar
Gedung Telkom Landmark Tower, Jakarta.

RMco.id  Rakyat Merdeka - Di tengah resesi global, Telkom tetap mencatat pertumbuhan positif. Pendapatan mobile broadbandnya  dalam sembilan bulan ini mencapai Rp9,1 triliun. 

Operator telekomunikasi pelat merah ini konsisten memberikan layanan terbaik bagi konsumennya dan terus menjadi pemimpin pasar. 

“Kemampuan Telkomsel dan IndiHome dalam memimpin pasar menunjukkan kepercayaan masyarakat terhadap kualitas layanan dari TelkomGroup,” ujar Direktur Keuangan Telkom Harry M. Zen, Rabu (4/12).
 
Harry mengungkapkan, pada segmen seluler, pembangunan jaringan hingga ke pelosok nusantara telah menghasilkan jumlah pelanggan 171 juta dengan 112 juta, di antaranya merupakan pengguna layanan mobile broadband. 

Berita Terkait : Penjualan Mobil Awal Tahun Masih Ngerem

Ia mencatat, pendapatan dari mobile broadband sendiri pada sembilan bulan pertama 2019 tumbuh 28,4% dibandingkan September 2018 menjadi Rp9,1 triliun. Pertumbuhan ini didorong oleh lonjakan di trafik layanan sebesar 55,2%. 
 
“Layanan mobile broadband masih menjadi mesin pertumbuhan Telkomsel ke depannya, mengingat konsumsi rata-rata pengguna data yang masih rendah di kisaran 5-6 GB per bulan dibandingkan dengan konsumsi di negara tetangga yang lebih dari 10 GB per bulan,”katanya. 

Sedangkan trafik data mengalami pertumbuhan seiring dengan perubahan gaya hidup masyarakat yang makin massif dalam menggunakan media sosial, layanan video, musik, game, serta pengguna 2G yang beralih ke layanan 3G maupun 4G. Peralihan ini membuat porsi layanan legacy semakin berkurang dan digantikan oleh layanan data.
 
Selain itu, Telkomsel juga berupaya untuk memperkuat posisinya di segmen milenial, yang akan menjadi high value customers di masa mendatang. 

“Telkomsel menawarkan berbagai layanan dengan kualitas terbaik dan terluas dengan strategi pricing yang rasional melalui konsep morefor-more, sehingga profitabilitas tetap terjaga. Hal ini penting untuk memastikan adanya investasi kembali untuk bisnis di masa mendatang,”ujarnya.
 
Sementara itu, IndiHome sebagai mesin pertumbuhan Telkom lainnya terus mencatatkan pertumbuhan yang signifikan. Sampai September 2019, pelanggan IndiHome mencapai 6,5 juta dengan pendapatan sebesar Rp13,7 triliun atau tumbuh 52,1% dibanding periode sebelumnya. 

Baca Juga : Suzuki New Carry Luxury, Tampilannya Lebih Eksklusif

Hal ini tercapai dengan berbagai inovasi dan pengembangan layanan yang ditawarkan kepada pelanggan. 

Di akhir triwulan 3, terdapat 4,5 juta add-on yang digunakan oleh pelanggan. IndiHome juga menawarkan berbagai pilihan bandwidth untuk pelanggan residensial sampai dengan 200 Mbps dan 300 Mbps. 

IndiHome juga menawarkan IndiBox yang merupakan layanan OTT dengan menggunakan akses internet untuk pelanggan IndiHome berbasis perangkat Android TV Box/Smart Box. 

Baca Juga : Hoaks, Nakhoda Kapal CMA CGM Virginia di Pelabuhan Tanjung Priok Terindikasi virus Corona

Selain itu, konten yang ditawarkan IndiHome makin lengkap dengan layanan baru seperti Ruang Trampil yang merupakan channel edutainment berisi tutorial dan pembelajaran langsung dari pakar masing-masing topik, gameQoo yang memungkinkan pelanggan gamer IndiHome untuk bermain game di TV tanpa harus mengunduh. 

Layanan IndiHome yang luas di berbagai kota kecamatan dengan harga terjangkau ini dapat dinikmati segala segmen masyarakat.
 
Sementara di segmen lain seperti Enterprise dan Wholesale, Telkom juga tetap fokus pada layanan yang memberikan kontribusi profitabilitas yang baik.
 
Harry menambahkan, selain fokus pada kualitas layanan, Telkom juga menerapkan pricing yang rasional dan menjaga profitabilitas. Hal ini tercapai dengan fokus kepada pertumbuhan performansi, pengelolaan biaya yang efektif, sehingga mampu meraup profit. 

“Dalam situasi kompetitif, kami tetap mencatat pertumbuhan positif. Di antara para pemain di industri telekomunikasi pun, Telkom merupakan perusahaan yang mampu untuk terus menghasilkan keuntungan sehingga rutin membagikan dividen kepada pemegang sahamnya. Tahun ini kami menargetkan margin yang lebih baik dari pada tahun sebelumnya,” pungkasnya. [FIK]