RMco.id  Rakyat Merdeka - Tak salah, jika Menteri BUMN Erick Thohit menunjuk Royke Tumilaar untuk menakhodai Bank Mandiri. Dari catatan portofolionya, Royke memiliki jam terbang yang cukup tinggi di bidang kredit dan perbendaharaan (treasury), sektor penghasil pendapatan yang signifikan bagi bank.  

Di bawah kepemimpinannya, Bank Mandiri banyak menyalurkan pembiayaan ke sektor infrastruktur, untuk mendukung program pemerintah.

Laporan keuangan Bank Mandiri menyebutkan, porsi penyaluran kredit korporasi meningkat dari 39 persen terhadap total kredit pada 2016, menjadi 45 persen dari total kredit pada kuartal III 2019. 

Total nilai kredit korporasi yang disalurkan hingga September 2019, mencapai Rp 316,3 triliun. Angka ini tumbuh 16,6 persen dibanding periode yang sama pada tahun lalu.

Baca Juga : Lindungi Kekayaan Alam, Kemenkumham Serahkan Sertifikat KI ke Daerah

Pertumbuhan kredit korporasi Bank Mandiri ini merupakan yang tertinggi kedua, setelah kredit mikro yang tumbuh 22,5 persen.

Royke yang lahir di Manado, Sulawesi Utara pada 21 Maret 1964, menamatkan pendidikan Sarjana Ekonomi Jurusan Manajemen dari Universitas Trisakti pada tahun 1987, dan gelar Master of Business Finance dari University of Technology Sydney pada tahun 1999.

Royke bergabung dengan Bank Mandiri, pada tahun 1999, melalui Bank Dagang Negara (BDN). Ketika itu, empat bank milik pemerintah: Bank Bumi Daya (BBD), Bank Dagang Negara (BDN), Bank Ekspor Impor Indonesia (Bank Exim), dan Bank Pembangunan Indonesia (Bapindo) melebur ke Bank Mandiri.

Jabatan terakhirnya di BDN adalah Senior Professional di Tim Penyelesaian Kredit di Jakarta.

Baca Juga : AS Dakwa Hacker 5 Asal China dan 2 Malaysia

Tahun 2007, Royke dipromosikan menjadi Group Head Regional Commercial Sales I hingga Mei 2010. Agustus 2009, Royke merangkap sebagai Komisaris Mandiri Sekuritas.

Pada Mei 2010, Royke ditunjuk menjadi Group Head of Commercial Sales Jakarta sampai dengan Mei 2011.

Karier Royke makin moncer. Ia sukses menempatkan diri dalam jajaran Direksi Bank Mandiri pada Mei 2011, menjabat Managing Director Treasury, Financial Institutions & Special Asset Management.

Maret 2019, Royke dipercaya menjadi Director Corporate Banking.

Baca Juga : MPR dan UI Sepakat Kerja Sama di Bidang Riset dan Kajian

Dalam situs resminya, Bank Mandiri menyebut, Royke tidak memegang jabatan direktur di perusahaan publik lain. [HES]