Minta Layanan Tidak Turun

Erick Mulai Godok Calon Dirut Garuda Indonesia

Menteri BUMN Erick Thohir bersama Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo (Foto: Rizky Syahputra/RM)
Klik untuk perbesar
Menteri BUMN Erick Thohir bersama Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo (Foto: Rizky Syahputra/RM)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Calon Direktur Utama (Dirut) PT Garuda Indonesia (Persero) mulai digodok minggu depan. Selama direksi baru belum terpilih, layanan maskapai Garuda diharapkan tidak ngedrop.

Menteri BUMN Erick Thohir, resmi memecat 4 direksi Garuda Indonesia. Keempatnya, Direktur Utama I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra, Direktur Teknik dan Layanan Iwan Joeniarto, Direktur Kargo dan Pengembangan Usaha Mohammad Iqbal, dan Direktur Human Capital Heri Akhyar.

Artinya, saat ini hanya ada tiga direktur yang masih tetap menjabat, yakni Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Fuad Rizal yang merangkap Pelaksana Tugas (Plt) Dirut, Direktur Niaga Pikri Ilham Kurniansyah, dan Direktur Operasi Bambang Adisurya Angkasa.

Kapan penggantinya akan ditunjuk? “Mungkin baru minggu depan (seleksi). Saya baru ada meeting dengan direksi Garuda minggu ini,” kata Erick di Jakarta, kemarin.

Kendati belum ada nama baru dalan jajaran direksi, Erick meminta layanan dan operasional Garuda tidak turun. “Saya telpon Plt Dirut Garuda untuk benar-benar menyiapkan operasional apalagi ini menuju hari libur. Jangan sampai nanti servisnya gara-gara isu ini jadi menurun,” ungkap Erick.

Berita Terkait : Bos Baru Garuda Ditunggu PR Bayar Utang 500 Juta Dolar

Pasca kasus penyelundupan motor Harley Davidson dalam badan pesawat Garuda Indonesia, Erick menyampaikan masih memiliki pekerjaan rumah untuk memulihkan citra perusahaan penerbangan pelat merah ini.

Menurutnya, perbaikan BUMN tak hanya dilakukan dengan pencopotan direksi bermasalah, tetapi juga dengan mengembalikan citra yang semula sudah baik. “Jangan mikir memberhentikan, namun juga bagaimana secara korporasi kembali baik,” kata Erick.

Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo mengaku, masih terus berkoordinasi dengan Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Tujuannya, memastikan operasional Garuda berjalan lancar pasca pemberhentian direksi usai skandal penyelundupan Harley Davidson dan sepeda Brompton ilegal.

“Kami akan berkoordinasi dengan Dirjen Perhubungan Udara. Dipastikan agar tidak terjadi gangguan operasional,” katanya.

Ditambahkannya, koordinasi dengan Dirjen Perhubungan Udara juga dilakukan untuk menginvestigasi direksi yang terlibat kasus ini.

Berita Terkait : Yenny Wahid Kebagian ``Piring Kotor``

“Kami sedang proses. Tapi intinya kami yakin akan melakukan investigasi dan menggunakan koridor hukum dan juga memastikan keselamatan tetap terjaga,” kata pria yang akrab disapa Tiko ini.

Pramugari Ngadu

Keputusan Erick Thohir memecat dirut Garuda dan 3 direksi lain, dapat apresiasi banyak pihak. Salah satunya dari Ikatan Awak Kabin Garuda (Ikagi).

Kemarin, membawa sejumlah Pramugari Garuda yang curhat soal sepak terjang Askhara saat memimpin perusahaan pada Kementerian BUMN. Sekjen Ikagi Jacqueline Tuwanakotta menyebut, kedatangannya ke kantor Erick Thohir semacam ingin mengeluarkan keluh kesah.

Salah satu curhatannya adalah soal kebijakan mutasi, hingga larangan terbang.

Berita Terkait : Diancam Karena Beresin Jiwasraya, Erick Maju Tak Gentar

Bukan cuma itu, Jacqueline menyebut kebijakan lain yang kelewatan adalah soal jam terbang yang melewati batas. Bahkan, membuat beberapa pramugari harus masuk rumah sakit.

“Itu adalah peraturan yang dibuat direksi. Jadwal terbang awak kabin diubah yang tadinya multi base tiba-tiba menjadi one day. Contohnya, schedule Jakarta-Sydney-Jakarta harusnya tiga atau empat hari menjadi PP. Itu membuat dampak tidak bagus awak kabin. Karena sudah hampir delapan orang yang di-opname," keluhnya. [MEN]