Ekspor Kereta Penumpang Tahap I Dikirim Ke Bangladesh

Peresmian pengiriman ekspor kereta penumpang tahap pertama ke Bangladesh di Dermaga Jamrud Utara, Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Jawa Timur, Minggu (20/1). (Foto: Kemenperin)
Klik untuk perbesar
Peresmian pengiriman ekspor kereta penumpang tahap pertama ke Bangladesh di Dermaga Jamrud Utara, Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Jawa Timur, Minggu (20/1). (Foto: Kemenperin)

RMco.id  Rakyat Merdeka - PT Industri Kereta Api (PT INKA) ke Bangladesh, resmi mengirimkan ekspor kereta penumpang tahap pertama di Dermaga Jamrud Utara Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Jawa Timur, Minggu (20/1).

PT INKA adalah perusahaan BUMN produsen kereta api terintegrasi pertama di Asia Tenggara. Dari pabriknya di Madiun, INKA tidak saja menyuplai kebutuhan kereta dalam negeri. Produksi INKA sudah merambah hingga ke Bangladesh, Filipina, Malaysia, Thailand, Singapura dan Australia.

Tahun 2017, PT INKA memenangkan tender 250 kereta penumpang untuk Bangladesh Railway, dengan nilai kontrak 100,89 juta dolar AS.

Baca Juga : Airlangga Beri Kuliah Umum di Seskoal

Sebelumnya, PT INKA sudah memasok kereta ke Bangladesh pada 2006 dan 2016, Power Generating Car dan gerbong barang ke Malaysia, Well Wagon ke Singapura, Ballast Hopper Wagon ke Thailand, Lokomotif ke Filipina, dan Blizzard Center Sills ke Australia.

Untuk pasar domestik, PT INKA juga sedang melakukan penyelesaian produksi 438 kereta dan 31 trainset LRT pesanan PT KAI (Persero)

Untuk diketahui, PT INKA sudah mengerjakan 2 kontrak kereta penumpang dengan Bangladesh. Pengiriman ini merupakan kontrak ke 3 dan paling besar hingga sekarang. Tingkat komponen dalam negeri (TKDN) produksi ini mencapai 65 persen.

Baca Juga : Sejumlah Wilayah Di Indonesia Rentan Rawan Pangan

Produksi kereta ini didukung paket pembiayaan dari Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI), yang ditujukan untuk mempermudah ekspor untuk industri strategis. Faktor lain yang mendukung PT INKA memenangkan persaingan global adalah kualitas, harga, dan kecepatan pengiriman.

Pemerintah terus mendorong PT INKA dengan melakukan perluasan pabrik di Banyuwangi, Jawa Timur. Perluasan pabrik dengan total nilai investasi sekitar Rp 1,63 triliun itu meliputi pembangunan workshop dan fasilitas senilai Rp 1,34 triliun, serta perencanaan dan pengadaan lahan sebesar Rp 0,29 triliun. [HES]